Kota Sabang secara historis memang dikenal karena pelabuhan. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, Teluk Sabang telah melayani kapal-kapal besar dari Eropa, Afrika, dan Asia. Saat bencana Tsunami melanda Aceh, area Teluk Sabang tak terkena dampaknya karena karakter palungnya yang dalam.
Sebelum Perang Dunia II, Pelabuhan Sabang sangat penting perannya dibandingkan dengan Singapura. Karena perannya yang semakin penting, pada tahun 1896 Sabang dibuka sebagai pelabuhan bebas untuk perdagangan umum atau pelabuhan transit barang-barang, seperti tembakau, lada, pinang, dan kopra dari Aceh.
Hal ini akhirnya membuat Sabang dikenal sebagai lalu lintas perdagangan dan pelayaran dunia. Sayangnya, setelah dibuka sebagai pelabuhan, banyak orang yang justru menyalahgunakan tempat ini untuk menyeludupkan berbagai barang. Sehingga pada tahun 1985 pemerintah setempat mengalihkan fungsi pintu masuk utama ke Indonesia, ke Batam sebagai pintu masuk pelabuhan bebas untuk perdagangan.
Saat ini Teluk Sabang pun telah beralih fungsi, dan lebih dikenal untuk memperingati event tahunan Sail Sabang yang biasanya diadakan pada bulan September-Desember. Tujuannya untuk mempromosikan Sabang sebagai wisata bahari kelas dunia. Di sini kita juga dapat menikmati alam bawah laut Sabang dengan menyelam. Di bawah launya kita dengan mudah menemukan ratusan spesies ikan dan kekayaan terumbu karang.
Perairan Sabang merupakan tempat bertemunya Samudera Hindia dan Selat Malaka. Pesona Sabang menawarkan keelokan garis pantai yang indah, air laut yang biru dan bersih serta pepohonan hijau. Terdapat juga keindahan alam seperti gunung, danau, pantai, laut, serta hutannya yang masih alami dan terjaga menunggu untuk dikunjungi.
Selamatkan Kota dari Tsunami
Pada tahun 2004 silam, Sabang juga mengalami Gempa dan Tsunami, namun karena palung-palung di Teluk Sabang yang sangat dalam, membuat Sabang selamat dari musibah tersebut. Terbukti di sisi Barat kota semua selamat, yang terjadi hanyalah naiknya permukaan air, dan bukan hantaman pecahan ombak yang tinggi. Sedangkan di Utara, tepatnya di Pantai Kasih, yang pantainya relatif dangkal, sehingga tsunami dengan mudah menghantam rumah-rumah warga.
Hal ini kemudian membuat pemerintah kota Sabang menjadikan Teluk Sabang sebagai tempat transit udara dan laut untuk membawa bantuan pada korban tsunami di Aceh pada saat itu. Hingga sekarang, Teluk Sabang kerap dianggap sebagai tempat wisata bahari yang sangat aman dan bebas bencana. Sehingga tak heran, Teluk Sabang menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. |PI

Subscribe to my channel

