LHOKSEUMAWE– Sebanyak puluhan kios, rumah dan pohon tumbang diternang angin kencang di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Senin (26/10/2026). Data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe menyebutkan sebanyak 31 pohon tumbang di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Puluhan kios pedagang tumbang diterjang angin di kecamatan itu. Selain itu, satu rumah nyaris rubuh dihantam angin kencang.
Kepala Bidang Penataan Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Lhokseumawe Zulfikar Syarif menyebutkan sebanyak 20 personel dikerahkan untuk memindahkan pohon dari badan jalan. Sehingga jalan dapat dilalui kembali oleh masyarakat.
“Untuk kawasan Waduk Kota Lhokseumawe, Stadion Tunas Bangsa dan Jalan Pase Kota Lhokseumawe pohon tumbang sudah kita rapikan dan tata kembali. Kita pindahkan dari badan jalan agar jalan tetap bisa dilalui,” kata Zulfikar Syarif.
Sedangkan di kawasan lainnya akan dilakukan bertahap. Diperkirakan pembersihan pohon tumbang baru rampung dilakukan selama dua hari ke depan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas BPBD Kota Lhokseumawe Sayed Bachtiar menyebutkan sebanyak 27 kios pedagang di Waduk Kota Lhokseumawe juga tumbang. Bahkan sebagian kios tumbang ke badan jalan. Sehingga harus dipindahkan ke pinggir agar jalan tetap dilalui.
Sedangkan satu rumah di Desa Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe hampir seluruh atapnya diterbangkan angin. “Kami sudah melakukan pendataan sementara, dan melaporkan ke pimpinan (Walikoata Lhokseumawe). Angin kencang dan hujan deras menjadi penyebab pohon tumbang dan kios tumbang,” katanya.
Dia mengimbau warga berhati-hati sepekan ke depan. Pasalnya, prakiraan Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kantor Bandara Sultan Malikussaleh, Kabupaten Aceh Utara menyetkan sepekan ke depan angin kencang dan hujan deras masih berpotensi terjadi di Kota Lhokseumawe.
Hingga saat ini, sambung Sayed, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
“Untuk kerusakan juga diteruskan ke dinas teknis lainnya, sehingga dapat dibantu penanganannya,” pungkasnya. |KCM

Subscribe to my channel

