EdukasiDeteksi Dini Sindrom Metabolik, 70 Warga Reuleut Timu Ikuti Pembinaan Kesehatan Lansia

Deteksi Dini Sindrom Metabolik, 70 Warga Reuleut Timu Ikuti Pembinaan Kesehatan Lansia

ACEH UTARA – Sebanyak 70 masyarakat Desa Reuleut Timu mengikuti kegiatan Pembinaan Desa Lingkungan dalam rangka optimalisasi kesehatan lanjut usia (lansia) melalui program deteksi dini sindrom metabolik dan pendampingan terapi komplementer, Jumat, 28 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengenali faktor risiko sindrom metabolik sejak dini. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mendukung pemeliharaan kesehatan lansia melalui pendekatan terapi komplementer yang tepat.

Tim pemateri dalam kegiatan tersebut diketuai Dr. dr. Nora Maulina, M.Biomed, dengan anggota dr. Cut Sidrah Nadira, M.Sc dan Dr. Rahmi Inayati, SKM, M.Kes.

Dalam kegiatan itu, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari upaya deteksi dini. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, serta kadar kolesterol.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan peserta sekaligus membantu mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan sindrom metabolik, terutama pada kelompok lanjut usia.

Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan pendampingan dan informasi mengenai pemanfaatan terapi komplementer secara tepat. Pendekatan tersebut diberikan sebagai salah satu upaya pendukung dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup lansia.

Kegiatan juga menjadi ruang interaksi langsung antara tim pengabdian dan masyarakat. Peserta diberikan kesempatan berdiskusi serta berkonsultasi mengenai hasil pemeriksaan kesehatan yang telah dilakukan dan langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk menjaga kondisi kesehatan.

Antusiasme masyarakat Desa Reuleut Timu terlihat dari keterlibatan aktif peserta selama rangkaian kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti pemeriksaan maupun penyampaian materi serta memanfaatkan sesi diskusi untuk memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatan masing-masing.

Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kesehatan lansia dan mampu mengenali berbagai faktor risiko penyakit metabolik sejak dini. Dengan deteksi dan pencegahan yang lebih awal, upaya pengelolaan kesehatan di tingkat keluarga dan masyarakat diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat.

Program Pembinaan Desa Lingkungan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan desa yang peduli terhadap kesehatan lansia, sekaligus mendorong terciptanya kelompok lanjut usia yang sehat, mandiri, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. |DIMAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Cegah Kanker Kolorektal, Warga Reuleut Timu Diedukasi Pentingnya Gizi Seimbang

ACEH UTARA – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya...

Dinsos Aceh Utara Jelaskan Rincian Penyaluran Dana Jadup Korban Banjir

ACEH UTARA – Kementerian Sosial Republik Indonesia mencatat pencairan...

Muhammad Ikbar Raih Juara I, Kadis Poraparekraf Aceh Utara; Pelajar Kita Luar Biasa

ACEH UTARA - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi...

Gaji 3.698 PPPK Lhokseumawe Belum Dibayar, Belum Jelas Kapan Pengesahan APBD

LHOKSEUMAWE- Sebanyak 3.698 Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di...

Stand Disporaparekraf Aceh Utara Ramaikan Milad ke-800, Zulkifli: Momentum Angkat Potensi Daerah

ACEH UTARA — Perayaan Milad ke-800 Aceh Utara tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan...