IDI- Seorang warga Aceh Timur, Muhammad Dani (26), diduga diterkam buaya saat berenang menyeberangi Sungai Peureulak di kawasan Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Jumat (4/9/2026).
Jenazah warga Desa Kebun Tempeun, Desa Tempeun, Kecamatan Peureulak Barat ditemukan tim gabungan Sabtu (5/9/2026) sore.
Salah seorang warga Ardi menyebutkan korban bersama sejumlah temannya sekitar pukul 12.00 WIB menyeberang kerbau. Mereka menyeberangkan kerbau menuju ladang. Saat itulah tiba-tiba buaya menyerang Dani. Teman korban dan Dani berusaha melawan. Namun buaya itu langsung menerkam dan membawa tubuh Dani tenggelam.
“Kami melihat dia diterkam. Setelah itu, masyarakat dan petugas gabungan mendatangi lokasi untuk mencari korban,” katanya.
Namun, tim gabungan baru menemukan korban sehari berikutnya dalam kondisi meninggal dunia. Ardi menyebutkan kasus itu kasus kedua dalam setahun terakhir warga diterkam buaya.
Kasus itu menjadi peristiwa kedua warga diterkam buaya dalam setahun terakhir.
Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaen Aceh Timur Syahrial Fauzi menyebutkan setelah menerima laporan tim gabungan langsung melakukan pencarian.
Tim terdiri dari Basarnas, SAR, BPBD, Polsek, Koramil dan masyarakat melakukan pencarian korban. “Alhamdulillah sudah kita temukan. Jasadnya sudah kita serahkan ke keluarga untuk prosesi pemakaman,” ujarnya.
Dia mengimbau warga yang menyeberangi sungai itu harus hati-hati. Pasalnya, keberadaan buaya di sungai itu kembali terlihat setelah Januari 2026 lalu.
Sementara itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky meminta agar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh menanggulangi konflik buaya dan manusia di kawasan itu.
“Kita minta agar BKSDA menangani buaya ini,” pungkasnya.|KCM

Subscribe to my channel

