Matahari tepat berada ditengah kepala, Kamis (30/7/2026). Debur air laut dengan hembusan angin tipis-tipis menimbulkan Susana magis di tepian Pantai Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara siang itu.
Sejumlah pengunjung terlihat santai di sejumlah kafe yang berjejer sepanjang pantai. Kini, Bangka Jaya mulai tampil modern dengan aneka konsep kafe terbaru.
Sebagian mengandalkan konsep terbuka atau outdoor, langsung meletakan kursi dan meja menghadap Selat Malaka di depan mata. Sebagian lagi menyediakan kafe dengan instagrambale. Sejumlah spot foto tersedia ciamik.
Bahkan, tiga vila berdiri megah dan estetik di depan kafe itu. Mulyadi salah seorang pengunjung menyebutkan lokasi itu menjadi salah satu tempat paling menarik untuk dikunjungi di Kabupaten Aceh Utara.
“Pantainya bersih, makanan enak, murah juga. Jadi pas dikantong,” katanya.
Untuk menuju lokasi ini, jika anda menggunakan rute Medan-Banda Aceh, setiba di pertigaan pabrik PT Aceh Asean Fertilizier, berbeloklah ke kanan.
Ikuti jalan dua jalur itu lurus hingga terlihat pantai. Lalu berbelok ke kanan dan terlihatlah hamparan pantai sepanjang mata memandang. Di sisi pantai, aneka kafe berjejer siap menyambut wisatawan.
Pengunjung lainnya, Nanda Indah menyebutan lokasi itu paling nyaman dikujungi sore hingga malam hari. Temaram lampu dengan deburan ombak menjadi suasana romantik.
“Jika dikelola lebih bagus lagi, misalnya rutin dibersihkan. Sesekali ada pementasan musik yang bekerjasama dengan musisi lokal, tetap dengan konsep syariat Islam, saya pikir pantai ini akan semakin dikunjungi,” katanya.
Untuk menginap, tersedia tiga vila di lokasi itu. harganya pun hanya Rp 300.000 per malam. Ingat, jika akhir pekan, bisanya peminat lebih tinggi.
“Kami menyediakan vila juga dengan harga murah. Fasilitas lengkap dan indah,” kata Muhammad, pekerja di Anyaman Kafe.
Sedangkan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Industri Kreatif Kabupaten Aceh Utara, Zulkifli, menyebutkan wisata pantai menjadi andalan kabupaten itu.
“Seluruh daerah kita memiliki garis pantai. Karena itu, kami menyambut baik inisiatif masyarakat yang mengelola kafe dengan bagus, kesiapan masyarakat menyambut wisatawan. Kita terus promosikan agar wisata makin dikenal oleh masyarakat dunia,” pungkasnya.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

