DI tengah cuaca panas yang melanda sebagian wilayah Aceh dalam beberapa pekan terakhir, aliran air jernih yang membelah kawasan wisata Krung Lhok Buloh menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Berlokasi di Desa Cot Beudak, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, destinasi wisata yang baru berkembang dalam setahun terakhir itu perlahan mulai dikenal sebagai tempat rekreasi alam yang menawarkan kesejukan, ketenangan, dan panorama pedesaan yang masih alami.
Dari kejauhan, suara gemericik air sungai berpadu dengan rindangnya pepohonan yang tumbuh di sepanjang bantaran sungai. Udara sejuk yang berembus membuat siapa saja yang datang merasa nyaman untuk berlama-lama menikmati suasana. Tidak heran jika setiap akhir pekan kawasan tersebut ramai dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga maupun sahabat.
Bagi wisatawan yang berangkat dari Banda Aceh, perjalanan menuju Krung Lhok Buloh harus ditempuh sejauh sekitar 270 kilometer. Meski memerlukan waktu perjalanan yang cukup panjang, rasa lelah seakan terbayar ketika memasuki kawasan wisata tersebut. Hamparan alam yang masih asri dan suasana yang jauh dari kebisingan perkotaan menjadi daya tarik utama yang sulit ditemukan di banyak tempat lainnya.
Salah satu keunggulan Krung Lhok Buloh adalah biaya kunjungannya yang sangat terjangkau. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk dan hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan sebesar Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil. Dengan biaya yang relatif murah, masyarakat dapat menikmati keindahan alam serta bermain air di sungai yang jernih dan menyegarkan.
Menurut penjaga parkir setempat, Fijar Ikramullah, jumlah wisatawan yang datang pada hari biasa berkisar sekitar 50 orang. Namun angka tersebut dapat meningkat hingga 50 persen saat musim liburan sekolah, akhir pekan, maupun ketika cuaca panas berkepanjangan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa wisata alam masih menjadi pilihan favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu luang.
“Kalau hari biasa sekitar lima puluh orang yang datang. Saat liburan atau musim kemarau jumlahnya bisa meningkat cukup signifikan,” ujar Fijar.
Banyak pengunjung memilih Krung Lhok Buloh karena suasananya yang tenang. Tidak sedikit yang datang hanya untuk duduk santai di pinggir sungai sambil menikmati aliran air yang mengalir di antara bebatuan. Sebagian lainnya memanfaatkan lokasi tersebut untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati bekal yang dibawa dari rumah.
Mita, salah seorang pengunjung asal Aceh Utara, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk mencari suasana yang lebih segar di tengah cuaca panas. Menurutnya, wisata air seperti Krung Lhok Buloh menjadi pilihan yang tepat karena memberikan sensasi relaksasi yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Suasananya sejuk dan menyegarkan, jadi sangat pas dengan kondisi panas seperti ini. Selain bermain air, kami juga bisa bersantai sambil menikmati pemandangan alam,” katanya.
Keunikan lain dari Krung Lhok Buloh adalah budaya piknik yang mulai tumbuh di kalangan pengunjung. Banyak keluarga yang membawa makanan dan minuman dari rumah untuk disantap bersama di tepian sungai. Namun bagi wisatawan yang tidak membawa bekal, sejumlah warga sekitar telah menyediakan berbagai makanan ringan dan minuman seperti mie instan, bakso bakar, pentol, kopi, hingga minuman dingin. Kehadiran para pedagang tersebut menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat setempat.
Bagi warga Desa Cot Beudak, berkembangnya wisata Krung Lhok Buloh tidak hanya menghadirkan tempat rekreasi baru, tetapi juga membuka peluang ekonomi. Aktivitas perdagangan yang tumbuh di sekitar lokasi wisata mulai memberikan dampak positif terhadap pendapatan masyarakat, terutama pada musim kunjungan tinggi.
Meski demikian, sejumlah fasilitas pendukung masih perlu mendapat perhatian. Safriani, pengunjung yang telah beberapa kali berwisata ke lokasi tersebut bersama keluarganya, menilai kawasan wisata itu cukup nyaman dan aman bagi anak-anak. Namun ia berharap pemerintah maupun pengelola dapat segera melengkapi fasilitas dasar yang masih belum tersedia.
“Tempatnya nyaman dan cocok untuk keluarga. Hanya saja kami berharap segera ada toilet yang memadai agar pengunjung lebih nyaman, apalagi wisata ini juga menjadi sumber pendapatan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Disporaparekraf Mendukung
Perhatian terhadap pengembangan fasilitas wisata tersebut juga datang dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Pada Kamis (4/6/2026), Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kabupaten Aceh Utara Zulkifli, melakukan peninjauan langsung ke kawasan wisata Krung Lhok Buloh untuk melihat kondisi sarana dan prasarana pendukung yang tersedia.
Dalam kunjungan tersebut, Kadisporaparekraf memeriksa sejumlah fasilitas yang menjadi kebutuhan dasar wisatawan, terutama mushala dan tempat wudu. Fasilitas ibadah dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kenyamanan pengunjung, mengingat mayoritas wisatawan yang datang merupakan keluarga yang menghabiskan waktu cukup lama di lokasi tersebut.
Selain memastikan kebersihan dan kelayakan fasilitas ibadah, peninjauan juga dilakukan untuk melihat berbagai kebutuhan lain yang dapat menunjang perkembangan kawasan wisata. Pemerintah daerah berharap pengelolaan yang baik dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga kenyamanan pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Kadisporaparekraf menegaskan bahwa keberadaan fasilitas yang bersih, aman, dan nyaman merupakan bagian penting dalam membangun citra positif destinasi wisata. Oleh karena itu, pengelola dan masyarakat sekitar diharapkan dapat bersama-sama menjaga seluruh fasilitas yang telah tersedia.
Ke depan, Krung Lhok Buloh memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Aceh Utara. Didukung keindahan alam yang masih terjaga, biaya kunjungan yang terjangkau, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan ekonomi wisata, kawasan ini berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.
Di balik aliran sungai yang jernih dan suasana pedesaan yang menenangkan, Krung Lhok Buloh kini menyimpan harapan baru bagi masyarakat Cot Beudak. Tidak sekadar menjadi tempat melepas penat, destinasi wisata ini perlahan tumbuh sebagai ruang pertemuan antara keindahan alam, pemberdayaan masyarakat, dan semangat membangun pariwisata Aceh Utara yang berkelanjutan.
Komitmen Bupati Dorong Pengembangan Wisata
Dukungan terhadap pengembangan destinasi wisata Krung Lhok Buloh juga datang dari Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa. Menurutnya, sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan pedesaan yang memiliki potensi alam yang masih terjaga.
Ayahwa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus berupaya mengembangkan berbagai destinasi wisata yang tersebar di sejumlah kecamatan agar mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Menurutnya, kehadiran objek wisata seperti Krung Lhok Buloh tidak hanya menghadirkan ruang rekreasi bagi warga, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, pedagang kecil, dan masyarakat sekitar.
“Potensi wisata alam yang dimiliki Aceh Utara sangat besar dan harus dikelola secara baik serta berkelanjutan. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan destinasi wisata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ayahwa.
Politisi Partai Aceh itu menambahkan, pengembangan sektor wisata harus dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan kebutuhan pengunjung. Penyediaan fasilitas dasar seperti toilet, tempat ibadah, area parkir yang memadai, serta akses jalan yang baik menjadi bagian penting dalam menciptakan kenyamanan wisatawan.
Menurut Ayahwa, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan pariwisata daerah. Dengan keterlibatan masyarakat, manfaat ekonomi dari sektor wisata dapat dirasakan secara langsung oleh warga setempat tanpa mengabaikan kelestarian alam yang menjadi daya tarik utama.
“Kami ingin wisata di Aceh Utara berkembang tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Jika dikelola bersama-sama, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan tumbuhnya usaha-usaha baru,” katanya.
Bupati berharap Krung Lhok Buloh dapat terus berbenah dan berkembang menjadi salah satu ikon wisata alam Kabupaten Aceh Utara. Dengan dukungan pemerintah, pengelola, dan masyarakat, destinasi tersebut diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan serta memperkuat citra Aceh Utara sebagai daerah yang kaya akan potensi wisata alam. |ADVERTORIAL

Subscribe to my channel

