LHOKSUKON- Bandara Sultan Malikussaleh di Kabupaten Aceh, Provinsi Aceh minim pemudik Idul Fitri 2026. Bahkan, maskapai Wings Air yang melayani rute penerbangan Bandara Kuala Namu Sumatera Utara ke Bandara Malikussaleh atau sebaliknya, Selasa (17/3/2026) membatalkan penerbangan.
Sehari sebelumnya, maskapai satu-satunya melayani bandara itu terbang dari Bandara Kualanamu ke Bandara Malikussaleh dengan 23 penumpang, sebaliknya dari Bandara Malikussaleh ke Kualanamu hanya 19 penumpang.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Malikussaleh, Muhammad Kurniawan dihubungi per telepon membenarkan pembatalan penerbangan maskapai itu.
“Maskapai mensyaratkan minimal penumpang 30 orang baru mereka terbang. Agar hitungan bisnisnya masuk. Namun, hari ini saya dilaporkan batal terbang karena penumpang tidak memenuhi batas minimum itu,” sebut Kurniawan.
Dia menyebutkan, maskapai telah mendapatkan izin untuk terbang setiap hari selama arus mudik dan balik 2026. Sebelumnya, maskapai ini hanya terbang tiga hari dalam sepekan.
Namun, pemudik tidak menggunakan jasa transportasi udara tersebut. “Apakah karena kita baru daerah bencana, sehingga daya beli menurun dan masyarakat tidak menggunakan transportasi udara sebagai alat mudik. Mungkin menggunakan transportasi darat,” pungkas Kurniawan.
Sekadar diketahui, harga tiket pesawat di sejulmah platform pembelian tiket selama arus mudik ke bandara ini hanya Rp 1,2 juta. Jauh lebih murah dibanding diluar mudik Rp 1,3-Rp 1,6 juta.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

