LHOKSEUMAWE – Sebanyak 281 warga Rohingnya melarikan diri dari kamp penampungan sementara di BLK Lhokseumawe. Data yang diperoleh, mereka datang dalam dua gelombang yaitu gelombang pertama terdampar di Aceh Utara sebanyak 99 orang, lalu di Kota Lhokseumawe sebanyak 297 orang. Total dari kedua gelombang itu 396 orang ditampung di Kamp BLK Lhokseumawe.
Dari jumlah itu, 281 melarikan diri dan tiga orang meninggal dunia. Praktis hanya tersisia 112 orang di kamp penampungan sementara saat ini.
Public Relations Officer UNHCR Indonesia Mitra Suryono dihubungi per telepon, Sabtu (24/1/2021) membenarkan sisa warga Rohingya di kamp penampungan sementara hanya 112 orang.
“Mereka meninggalkan kamp tanpa sepengetahuan petugas. Mereka menggunakan jasa pihak ketiga untuk menyeberang ke Malaysia. Karena sejak awal memang tujuan mereka Malaysia,” kata Mitra.
Dia menyebutkan, UNHCR memberikan pemahaman betapa bahayanya menggunakan jasa pihak ketiga untuk memasuki negara lain. Berpotensi terjadi tindak pidana kriminal dan lain sebagainya.
“Kami imbau selalu agar mereka tak meninggalkan kamp. Tetap di kamp sembari menunggu opsi terbaik untuk mereka,” kata Mitra.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah orang telah ditangkap dalam kasus membawa kabur warga Rohingya ke Malaysia. Mereka kini ditahan di sejumlah Polres di Aceh yaitu Polres Bireuen, Polres Lhokseumawe dan Polres Aceh Tamiang.
|KCM

Subscribe to my channel

