NewsUntuk 6 Kali,Lapas Kelas IIB Lhoksukon Beri Asimilasi untuk 27 Napi

Untuk 6 Kali,Lapas Kelas IIB Lhoksukon Beri Asimilasi untuk 27 Napi

LHOKSUKON – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara memberikan asimilasi kepada 27 Narapidana (Napi), Sabtu (29/8/2020). Menurut rekapitulasi data, jumlah narapidana yang telah diberikan asimilasi terhitung sejak April hingga Agustus 2020 mencapai 154 orang.

Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Yusnaidi SH saat ditemui wartawan mengatakan pemberian asimilasi ini sesuai dengan Permen Nomor 10 Tahun 2020 dan telah menjalani masa pidana setengah dua pertiganya di akhir Desember 2020.

“Yang diberikan asimilasi hari ini yaitu 27 orang. Dari data rekapitulasinya, jumlah total Napi yang mendapatkan asimilasi sejak April hingga Agustus ini mencapai 154 orang,” kata Yusnaidi SH.

Yusnaidi merincikan, 154 Napi yang telah mendapatkan asimilasi ini masing-masing 52 orang pada tanggal 1 April tahap I, 10 orang pada tanggal 6 April tahap II, 3 orang pada tanggal 7 April tahap III, 28 orang pada tanggal 22 Mei tahap IV dan 15 orang pada tanggal 29 Juni tahap V. Kemudian, lanjutnya, 17 orang pada tanggal 27 Juli tahap VI, 2 orang pada tanggal 29 Juli tahap VII, dan terakhir tanggal 29 Agustus tahap VIII sebanyak 27 orang.

“Jumlah tahanan dan narapidana di dalam jeruji Lapas saat ini 332 orang dari jumlah total 359 orang. Mereka yang telah diberikan asimilasi ini diwajibkan melapor ke Bapas pada Senin 31 Agustus dan selanjutnya akan dibina oleh pihak Bapas,” kata Yusnaidi.

Penyerahan asimilasi untuk 27 Napi berlangsung di Lapas tersebut dan disaksikan pihak Bapas, pihak Kepolisian dan sebelumnya juga telah diberitahukan kepada pihak Kanwil Kemenkumham.

Yusnaidi berharap kepada para narapidana yang telah diberikan asimilasi tersebut agar dapat menjalankan prosedur dan tidak tersandung kasus yang baru.

“Apabila tersandung kasus yang baru, maka akan kita laporkan ke Bapas dan Bapas akan mencabut SK asimilasi mereka, karena mereka bukan bebas murni. Jadi apabila tersandung kasus baru maka tetap akan menjalani pidana pada kasus yang baru,” ujarnya.

|ROL

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Serapan TKD Bireuen Nol Persen, Anggaran Rp33,1 Miliar Belum Terealisasi

BANDA ACEH – Kabupaten Bireuen tercatat sebagai daerah dengan...

Respon Komplain Pelanggan , Bupati Al-Farlaky Panggil Direktur PDAM

Bentuk Tim Audit Benahi Layanan Air Bersih Aceh Timur –...

Senat Unimal Tetapkan Tiga Calon Rektor

ACEH UTARA – Senat Universitas Malikussaleh (Unimal) menetapkan tiga...

Masuki Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan Pupuk Bersubsidi di Madiun Raya

 Madiun - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan petani di...