JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., berharap PT Rekayasa Industri (Rekind) dapat menjadi motor penggerak industrialisasi di berbagai sektor strategis tanah air. Harapan tersebut disampaikannya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian PPN/Bappenas dan Rekind di Kantor Bappenas, belum lama ini.
Menurut Rachmat, Indonesia punya banyak potensi berbasis sumber daya yang selama ini baru sebatas keunggulan komparatif dan belum berkembang menjadi keunggulan kompetitif. “Kami berharap Rekind mampu mendorong industrialisasi berbagai sektor, khususnya komoditas yang masih stagnan. Tanpa industrialisasi, potensi tersebut tidak akan berkembang,” ujarnya.
Dia mencontohkan pengolahan rare earth (logam tanah jarang) yang sebelumnya sempat dianggap limbah. Namun melalui pendekatan industrialisasi sederhana berbasis fisika dan kimia, material tersebut dapat dipisahkan dan diolah menjadi komponen bernilai tinggi. “Saat itu, satu botol hasil pemisahan bahkan bisa bernilai hingga setengah miliar rupiah. Dari situ kita sadar bahwa yang dianggap limbah ternyata merupakan sumber daya strategis,” jelasnya.
Menurut Rachmat, di sinilah peran Rekind menjadi sangat krusial, yakni menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Dia menekankan pentingnya sinergi antara perencanaan pembangunan dan implementasi industrialisasi berbasis rekayasa industri. “Itulah alasan kami mengundang Rekind ke Bappenas, untuk memperkuat kolaborasi yang lebih konkret,” katanya di hadapan sejumlah pejabat pemerintah, BUMN, dan BP (Badan Pengelola) Investasi Danantara dan Ekonom Senior Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A.
Rachmat juga menegaskan, hilirisasi, industrialisasi, dan Rekind merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dirinya berharap Rekind semakin kuat dan mandiri dalam mendukung agenda besar tersebut. “Semoga Rekind menjadi pilar utama industrialisasi Indonesia,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih menyatakan kesiapan perusahaan untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, Rekind telah berkontribusi dalam pembangunan berbagai proyek energi, industri, dan infrastruktur.
“Sebagai perusahaan EPC, kami tidak hanya membangun, tetapi juga terlibat dalam merumuskan arah industrialisasi, mulai dari kajian potensi pasar, kebutuhan investasi, hingga pemilihan mitra strategis,” ujar Triyani.
Wanita yang akrab disapa Yani itu menambahkan, Rekind juga berperan dalam mendukung hilirisasi berbasis teknologi. Dalam praktiknya, pengembangan industri membutuhkan keputusan strategis, apakah membangun teknologi sendiri, bermitra, atau mengadopsi teknologi dari luar negeri. “Peran EPC menjadi sangat penting dalam memastikan perhitungan investasi tepat dan implementasi berjalan efektif,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rachmat menekankan pentingnya percepatan eksekusi proyek strategis nasional. Perencanaan yang matang, menurutnya, harus diiringi dengan implementasi yang konkret dan terukur. Dengan rekam jejak membangun lebih dari 140 industri, Rekind dinilai memiliki kapasitas untuk mendorong proyek-proyek strategis dengan skema pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan. []
ACEH UTARA- Sebanyak 10 kepala dinas, badan, dan kantor bersatus penjabat di Kabupaten Aceh Utara,…
Lhokseumawe – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe tegaskan komitmennya dalam pelaksanaan…
KUALA SIMPANG| Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, bergerak cepat merespons…
LHOKSEUMAWE – Tim Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh menangkap empat pencuri dan penadah pakaian milik salah…
JAKARTA – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., kembali bergerak ke pemerintah pusat.…
ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur kembali menorehkan prestasi dalam tata kelola pemerintahan. Di…
This website uses cookies.