Categories: AdvertorialFeatured

Rekind Group Perkuat Ketahanan Energi Bersih Berkelanjutan Lewat Proyek PLTP Dieng Unit 2

JAKARTA -PT Rekayasa Industri (Rekind) bersama seluruh entitas afiliasinya (Rekind Group) memegang teguh komitmennya sebagai penggerak utama transformasi energi nasional, yang selaras dengan upaya strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi bangsa sekaligus mempercepat transisi menuju masa depan energi bersih di Indonesia.

Hal itu ditandai dengan kesiapan Rekind Group untuk berkontribusi nyata guna memperkuat keandalan pasokan listrik berbasis energi bersih di sistem kelistrikan Jawa – Madura – Bali, melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berkapasitas 55 MW.

Pembangunan proyek milik PT Geo Dipa Energi (GDE-Persero) itu, dimulai sejak 25 Juni 2026, yang ditandai dengan pelaksanaan ground breaking di Area PAD 12 PLTP Unit Dieng, Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Diresmikan langsung oleh Direktur Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Priatin Hadi Wijaya. Disaksikan juga oleh Direktur Utama Geo Dipa Energi Yudistian Yunis, perwakilan Manajemen PT Rekayasa Engineering (RE) , dan jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Wonosobo.

Dalam proyek ini, RE yang merupakan bagian dari Rekind Group menjadi kontraktor utama bersama PT Timas Suplindo dalam skema Joint Operation (JO).

Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih, menegaskan, pihaknya memastikan proyek berjalan sesuai target waktu, kualitas, serta prinsip keberlanjutan yang ditetapkan. “Kami memastikan setiap tahapan proyek berjalan optimal, baik dari sisi teknis, waktu, maupun kualitas, dengan tetap mengedepankan aspek keberlanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, proyek PLTP Dieng Unit 2 tidak hanya menghadirkan tantangan teknis, tetapi juga tantangan sosial yang cukup kompleks. Apalagi, lokasi proyek yang berada di kawasan wisata membuat proses pembangunan harus dirancang secara cermat agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan wisatawan. Jalur distribusi panas bumi menuju wilayah operasi melintasi kawasan wisata dan area padat aktivitas masyarakat sepanjang sekitar 10 kilometer.

Dari sisi teknis, proyek dengan kapasitas 55 MW ini juga menghadapi tantangan logistik yang tidak sederhana. Kondisi jalan yang sempit, lonjakan aktivitas wisata pada akhir pekan, hingga potensi hambatan distribusi material menjadi perhatian utama. “Seluruh tantangan itu harus diantisipasi melalui perencanaan yang detail dan terukur agar target penyelesaian tetap tercapai,” tambah wanita yang akrab disapa Yani tersebut.

Rekind Group juga berkomitmen untuk menciptakan manfaat besar bagi masyarakat dalam setiap pengerjaan proyek. Rekind Group konsisten memprioritaskan keterlibatan tenaga kerja lokal serta mengoptimalkan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Langkah ini tidak hanya mendukung perekonomian daerah, tetapi juga memperkuat industri nasional.

RE memperkirakan proyek PLTP Dieng Unit 2 akan menyerap sekitar 800 orang tenaga kerja langsung dari berbagai macam keahlian pada saat puncak pekerjaan konstruksi, minimal 20%-nya adalah tenaga kerja lokal. RE meyakini proyek ini akan menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan energi panas bumi di Indonesia, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung pencapaian target bauran energi baru terbarukan menuju Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Dari aspek lingkungan dan keselamatan kerja, Rekind Group memastikan seluruh kegiatan proyek berjalan dengan standar tinggi. Upaya mitigasi risiko lingkungan dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, melalui kajian mendalam yang melibatkan para ahli kebencanaan, akademisi, serta tenaga engineer internal. Komitmen terhadap keselamatan kerja juga menjadi prioritas utama, sebagai cerminan kuatnya budaya yang mengakar di seluruh lini Rekind Group.[]

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Nah Lo, 10 Kepala Dinas Berstatus Penjabat di Aceh Utara

ACEH UTARA- Sebanyak 10 kepala dinas, badan, dan kantor bersatus penjabat di Kabupaten Aceh Utara,…

18 hours ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Menjadi Pionir Probiotik MOL di Lhokseumawe

Lhokseumawe – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe tegaskan komitmennya dalam pelaksanaan…

2 days ago

2 Warga Aceh Tamiang Korban TPPO di Madagaskar

KUALA SIMPANG| Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, bergerak cepat merespons…

3 days ago

Bobol Toko Pedagang, 4 Warga Lhokseumawe Gol ke Penjara

LHOKSEUMAWE – Tim Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh menangkap empat pencuri dan penadah pakaian milik salah…

4 days ago

Aceh Timur Terima Pendanaan Rehab 2 RSUD Senilai Rp 46,7 M

JAKARTA – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., kembali bergerak ke pemerintah pusat.…

4 days ago

Aceh Timur Raih Predikat AA Indeks Reformasi Hukum 2026, Prestasi di Era Al-Farlaky

ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur kembali menorehkan prestasi dalam tata kelola pemerintahan. Di…

5 days ago

This website uses cookies.