Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky.
ACEH TIMUR – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Timur dan Bunda Guru Kabupaten Aceh Timur masa bakti 2024–2029 akhirnya resmi dilantik. Prosesi pelantikan berlangsung di aula Serbaguna Idi, Rabu (24/6/2026).
Dalam sambutannya, Ketua PGRI Aceh Timur, Bustami, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa kepengurusan yang baru akan segera menyusun dan menjalankan program kerja organisasi, termasuk membentuk kepengurusan PGRI di tingkat kecamatan.
“Ini merupakan amanah organisasi yang harus segera dijalankan. Karena itu kami mengajak seluruh pengurus untuk bekerja secara solid, saling mendukung dan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur,” ujar Bustami.
“Kami berharap bimbingan dan dukungan dari pemerintah daerah agar program-program organisasi dapat berjalan dengan baik demi kemajuan pendidikan di Aceh Timur,” kata Bustami.
Sementara itu, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.Hi,.M.Si menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai program PGRI, termasuk usulan pembangunan gedung organisasi yang representatif.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Timur selalu mendukung kegiatan PGRI, baik program kerja maupun kebutuhan organisasi. PGRI memiliki anggota yang sangat besar dan tersebar di seluruh sekolah dan jenjang pendidikan, sehingga keberadaannya sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan,” kata Bupati.
Ia juga meminta PGRI segera melakukan konsolidasi internal organisasi pasca pelantikan, termasuk membangun kerja sama lintas sektor, salah satunya dengan terkait pendampingan dan perlindungan hukum bagi tenaga pendidik.
Selain itu, Bupati memberikan tugas khusus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur untuk mempersiapkan sekolah unggulan di daerah tersebut.
“Saya menargetkan minimal tiga SMP unggulan di Aceh Timur, masing-masing di wilayah Peureulak, Idi dan Simpang Ulim. Sekolah unggulan ini penting untuk mempersiapkan generasi yang unggul dan mampu bersaing di masa depan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Al-Farlaky juga menyoroti pentingnya penguatan kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah. Menurutnya, materi pembelajaran harus memperkenalkan sejarah Aceh Timur, sejarah Islam, tokoh-tokoh ulama serta berbagai khazanah budaya daerah kepada peserta didik.
“Kita ingin anak-anak mengenal sejarah daerahnya sendiri, mengenal ulama-ulama besar dan nilai-nilai yang menjadi identitas Aceh Timur. Muatan lokal harus diperkuat dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Ia juga meminta Dinas Pendidikan menyiapkan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus, termasuk dalam pembelajaran Al-Qur’an, serta memberikan pelatihan kepada guru agar kualitas pembelajaran semakin baik.
Diakhir sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah yang menunjukkan prestasi dan inovasi.
“Tunjukkan prestasi. Sekolah yang berprestasi, baik murid maupun gurunya, akan kita berikan penghargaan. Ini sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Timur serta melahirkan generasi – generasi unggul yang mampu mengisi pembangunan daerah,” pungkas Al- Farlaky.(*)
Brisbane – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil merealisasikan pengiriman urea ke Australia sebagai bagian dari…
ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si, bersama Ketua TP -…
LHOKSEUMAWE | Pengamat Komunikasi Politik, Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Masriadi Sambo,…
Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 (FSEA500)…
LHOKSUKON– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kantor Bandara Sultan Malikussaleh, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…
LHOKSEUMAWE- Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan suplai distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah…
This website uses cookies.