Categories: EdukasiNews

Ini Saran Pengamat Unimal untuk Tatakelola MBG Presiden Prabowo

LHOKSEUMAWE | Pengamat Komunikasi Politik, Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Masriadi Sambo, menilai wacana Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melibatkan distribusi Makan Bergizi Gratis (BGN) paling masuk akal. Pasalnya, sekolah yang mengetahui detail jam belajar dan jadwal distribusi yang tepat dan efektif untuk para murid.

“Wacana melibatkan kantin sekolah itu patut direstui Presiden. Ini menghindari monopoli bisnis oleh SPPG yang nakal. Pola ini pernah diterapkan saat program peningkatan gizi murid SD Inpres pada masa Presiden Suharto dan saya rasa anak-anak kelahiran 1980an merasakan dampaknya,” ujar Masriadi, Selasa (23/6/2026).

Dia menyebutkan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi dapat mengalihkan distribusi bahan pangannya pada kantin sekolah dalam rentang waktu tertentu. sehingga SPPG juga tidak dirugikan karena modal besar membangun dapur.

Untuk relawan dapat dialihkan lokasi tugasnya dari SPPG menjadi relawan di kantin sekolah. “Petunjuk teknis soal ini perlu dibuat detail, agar SPPG yang sudah ada juga tidak merugi, relawan tidak merugi, anak sekolah menerima haknya dalam program utama Presiden Prabowo ini,” ujarnya.

Bahan Pangan Lokal
Sisi lain, sambung Masriadi, SPPG dan sekolah wajib mempublikasikan dari mana mereka mendapatkan bahan pangan. Hal ini mengacu pada pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto agar petani dan peternak mendistribusikan hasil tani dan ternak mereka ke SPPG.

“Sependek yang saya tau, selama ini petani lokal sangat sedikit yang dilibatkan sebagai distributor. Karena itu, wajib publikasi darimana sumber bahan pangan, sehingga publik bisa melihat langsung bahwa petani dan peternak daerah itu dilibatkan,” ujarnya.

Jika program ini dikelola dengan baik, sambung Masriadi Sambo, maka berdampak positif pada presiden secara elektoral dan bermanfaat pada murid sekolah.

“Terpenting siapa yang mengawasi program ini harus jelas, melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah sebagai pengawas menjadi keharusan. BGN harus buka dashboard digital untuk masyarakat melaporkan kejanggalan atau layanan SPPG yang jelek,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan BGN mulai menata distribusi makanan untuk sekolah. BGN membuka opsi melibatkan sekolah dalam distribusi makanan ke depan.

|MUMUL

Bagikan Postingan
Muammar

Recent Posts

2 Sumur Bor Semburkan Gas dan Air Setinggi 40 Meter di Aceh Timur, Bupati Turun Tangan

IDI - Sumur bor yang baru saja digali di Desa Matang Keupula Sa dan Desa…

2 days ago

Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

Jakarta – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana…

2 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sabet 7 Penghargaan ISRA 2026, Komitmen Nyata Kontribusi untuk Masyarakat

Medan - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut senantiasa tegaskan komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab…

2 days ago

Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir

Jakarta – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., bertemu dengan Menteri Dalam Negeri…

3 days ago

Tok, Ukur Ulang Kebun Sawit PTPN Aceh Utara

LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh memediasi pertemuan antara warga dan manajemen PT Perkebunan…

3 days ago

TA Khalid ; Rp 1,5 Triliun untuk Rehab Perikanan, Rp 2,5 Triliun untuk Pertanian

LHOKSUKON – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia menyerahkan satu unit alat berat ekskavator tipe…

3 days ago

This website uses cookies.