Orasi ilmiah tersebut mendapat perhatian para civitas akademik hingga para wisudawan karena dinilai memberi motivasi sekaligus gambaran real tentang tantangan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Dalam orasi ilmiahnya, Bupati Al-Farlaky menekankan bahwa para wisudawan tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik semata. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus siap “bertempur” menghadapi berbagai tantangan di dunia nyata yang jauh berbeda dengan suasana saat masih berada di bangku kuliah.
“Ketika sudah diwisuda dan masuk ke tengah masyarakat, kita tidak bisa hanya mengandalkan kepintaran. Dunia kerja dan kehidupan sosial membutuhkan pribadi yang tangguh, kuat menghadapi tekanan serta tidak mudah menyerah,” ujar Al-Farlaky di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
Ia menjelaskan, pendidikan sejatinya harus membangun dua komponen utama karakter, yakni karakter moral dan karakter kinerja. Kedua hal tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang mampu bersaing dan bertahan di tengah kerasnya tantangan zaman.
Menurutnya, karakter moral harus menjadi pondasi pertama yang ditanamkan sejak dini, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Karakter moral itu meliputi nilai keimanan, ketakwaan, kejujuran serta akhlak yang baik.
“Karakter moral ini penting karena akan menentukan bagaimana seseorang bersikap dalam kehidupan. Ada iman di dalamnya, ada takwa, moral dan kejujuran. Ini yang harus terus dibangun dalam dunia pendidikan,” katanya.
Selain itu, Al-Farlaky juga menyoroti pentingnya karakter kinerja. Ia menyebut karakter tersebut mencakup sikap pekerja keras, ulet, tangguh dan tidak mengenal menyerah dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Menurutnya, seseorang yang telah ditempa dengan karakter kinerja akan mampu bertahan dalam berbagai tekanan serta mampu bekerja di bawah tekanan atau under pressure.
“Kita harus sadar apakah kita pribadi yang mudah menyerah atau tidak. Karena dunia kerja itu sangat berbeda dengan dunia ketika kita sedang menimba ilmu. Di luar sana persaingan sangat keras dan problematika kehidupan jauh lebih kompleks,” ungkapnya.
Bupati Aceh Timur itu juga mengingatkan para wisudawan agar tidak cepat berpuas diri setelah meraih gelar akademik.
” Saya berharap lulusan Universitas Samudra mampu menjadi generasi yang adaptif, memiliki integritas serta mampu memberi kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkas Alumnus UIN Ar-Raniry ini.(*)
LHOKSUKON – Semen mulai tersedia di sejumlah toko di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe,…
BANDA ACEH—Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambah alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026…
IDI - Sumur bor yang baru saja digali di Desa Matang Keupula Sa dan Desa…
Jakarta – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana…
Medan - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut senantiasa tegaskan komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab…
Jakarta – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., bertemu dengan Menteri Dalam Negeri…
This website uses cookies.