Jumlah jamaah haji Kloter 7 sebanyak 393 orang, terdiri dari 151 jamaah perempuan dan 242 jamaah laki-laki. Rinciannya, jamaah asal Kabupaten Aceh Timur sebanyak 246 orang, Kabupaten Pidie 138 orang, Kabupaten Aceh Utara 1 orang, Kabupaten Pidie Jaya 1 orang, dan Kabupaten Aceh Besar 1 orang. Untuk Jamaah akan bermaktab di wilayah Jarwal sektor 06.
Dalam laporan panitia disebutkan, jamaah haji asal Aceh yang telah diberangkatkan dari Kloter 1 hingga Kloter 6 berjumlah 2.352 orang. Sementara daftar tunggu atau waiting list jamaah haji Aceh hingga 11 Mei 2026 mencapai 147.184 orang dengan masa tunggu sekitar 26 tahun.
Dihadapan tamu Allah, Bupati Al-Farlaky menyampaikan bahwa seluruh jamaah yang berangkat tahun ini merupakan insan pilihan Allah SWT untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Tidak semua orang yang memiliki harta, kesehatan, dan kehidupan yang berkecukupan mendapat panggilan untuk menjadi tamu Allah. Karena itu bapak dan ibu sekalian adalah orang-orang terpilih,” ujar Al-Farlaky.
Ia menggambarkan ibadah haji sebagai momentum besar persatuan umat Islam dunia. Menurutnya, di Tanah Suci seluruh umat muslim dari berbagai bangsa, warna kulit, bahasa, dan latar belakang akan berkumpul dalam satu tujuan yang sama, yakni beribadah kepada Allah SWT.
Bupati juga menyinggung panjangnya masa tunggu haji di Aceh yang mencapai 26 tahun. Ia berharap pemerintah ke depan dapat menghadirkan regulasi yang mampu mempercepat antrean keberangkatan jamaah.
“Kita berharap ke depan ada perubahan regulasi sehingga masyarakat Aceh yang ingin menunaikan ibadah haji tidak harus menunggu terlalu lama,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Al-Farlaky menitipkan doa kepada seluruh jamaah agar mendoakan Aceh dan Kabupaten Aceh Timur tetap aman, damai, dan dijauhkan dari berbagai fitnah.
Ia juga menyinggung tantangan era digital saat ini, terutama maraknya fitnah dan pembunuhan karakter melalui media sosial.
“Doakan kami agar dapat menjalankan amanah memimpin daerah dengan baik dan dijauhkan dari fitnah-fitnah di media sosial yang dapat memecah belah masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Bupati mengingatkan jamaah agar menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci, mengingat suhu di Mekkah diperkirakan mencapai 40 hingga 42 derajat Celcius.
Ia mengimbau jamaah untuk memperbanyak konsumsi air putih, memanfaatkan air zam-zam yang tersedia di sekitar Masjidil Haram, serta berkonsultasi dengan petugas medis apabila mengalami gangguan kesehatan.
Al-Farlaky juga mengajak seluruh jamaah menjaga kekompakan dan persatuan sesama orang Aceh selama menjalankan ibadah haji.
“Di sana tidak ada lagi jamaah Aceh Timur, jamaah Pidie atau daerah lainnya. Yang ada adalah jamaah Aceh. Mari saling membantu dan menunjukkan persatuan orang Aceh di Tanah Suci,” pesannya.
Menutup sambutannya, Bupati berharap seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah haji dengan sempurna, kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, serta menjadi haji dan hajjah yang mabrur.
Ia juga meminta jamaah turut mendoakan para pemimpin Aceh agar mampu menjalankan amanah dengan baik demi terciptanya kedamaian dan kemakmuran Aceh.
“Doakan Aceh agar menjadi daerah yang damai, makmur, serta tetap kuat dalam syariat Islam. Semoga cita-cita mewujudkan Aceh yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dapat tercapai,” pungkas Al- Farlaky.(*)
LHOKSEUMAWE — PT Pupuk Iskandar Muda menggelar Seminar Hukum dalam rangka upaya pencegahan korupsi bersama…
LHOKSEUMAWE – Ratusan korban kebakaran di Kompleks Pardede, Desa Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti,…
Palembang – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil menyalurkan 737.125 ton pupuk bersubsidi ke seluruh pulau…
Langsa -- Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si menjadi orator ilmiah pada kegiatan…
LHOKSUKON – Satu excavator bekerja di Desa Kuala Dua, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara,…
Asosiasi Psikologi Forensik (APSIFOR) Perwakilan Aceh menggelar kegiatan Sharing Knowledge & Experience Series perdana dengan…
This website uses cookies.