Categories: FeaturedPolhukam

Koalisi Pemuda Aceh: Narasi Liar Terpa Bupati Aceh Timur Setelah Tuai Pujian Tangani Banjir, Berbau Politis

ACEH TIMUR | Pemulihan bencana di Aceh dibayangi manuver politik. Di tengah logistik pengungsi yang masih tersendat dan ekonomi lokal yang lesu, muncul narasi liar menyasar Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky.

Gerak cepat Al-Farlaky ke titik pengungsian yang semula diapresiasi, mendadak dikaburkan isu tak terkait bencana. Spekulasi menyebar cepat di ruang digital, menuding tanpa fakta dan sumber jelas.

Nanda Rizki, perwakilan Koalisi Pemuda Aceh (KPA), menyebut ada kejanggalan dan suatu upaya tak tak biasa dialamatkan kepada bupati Aceh Timur.

“Ini bukan kritik biasa. Polanya sistematis, muncul pas citra kepala daerah naik karena kerja lapangan saat banjir. Patut diduga ada operasi mereduksi marwah politik bupati Al-Farlaky,” kata Nanda, Kamis (24/4/2026).

Menurut Nanda, serangan dimulai dari gerakan bawah: gosip dari warung ke warung, meja kopi ke meja kopi, lalu digoreng jadi opini publik. Targetnya jelas, produksi kerja kepala daerah yang dinilai negatif.

“Begitu Bupati viral karena aktif fokus pada kerja-kerja kerakyatan, tidak menguntungkan mereka, langsung diserang marwahnya. Ini cara lama,” ujarnya.

Nanda mengingatkan, dalam situasi masyarakat berduka, hasutan tanpa verifikasi hanya memperkeruh keadaan masyarakat.

“Fokus kita seharusnya tetap pada pemulihan. Jangan sampai energi publik habis untuk debat prematur yang dikonstruksi elit,” katanya.

Ia menegaskan, politik boleh panas tapi tidak boleh biadab. “Kalau ada dugaan pelanggaran, uji dengan peran dan fungsinya. Bukan bangun opini liar menghasut dan menjatuhkan orang. Bedakan kritik fakta dengan fitnah asumsi,” ucap Nanda.

Nanda menyebut kabar kini berlari lebih cepat dari verifikasi. Di situlah bahayanya: empati ke korban kalah oleh sensasi politik.

“Aceh khusus Aceh Timur tak butuh gaduh tambahan mereka yang sangat receh. Yang kita butuhkan dukungan kerja kolektif pemerintah yang saat ini dijalankan untuk masyarakat terdampak banjir”, tegasnya.

“Jangan biarkan kerja nyata kepala daerah dikubur oleh produksi isu oleh mereka dari luar. Kita sudah mengenal bupati kita saat ini”, tutup Nanda.

|RIL|DIMAS

Bagikan Postingan
Sambo

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadir untuk Masyarakat, 1.000 Paket Sembako Disalurkan Melalui Pasar Murah di Lhokseumawe

Lhokseumawe — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe…

2 hours ago

Puluhan Hektare Lahan Sawah Tidak Digarap Petani Aceh Utara

LHOKSUKON- Sekitar 90 hektare area sawah di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh…

12 hours ago

Waspadai Penipuan Calon Jamaah Haji di Lhokseumawe, Begini Modusnya…

LHOKSEUMAWE - Puluhan calon jemaah haji (CJH) di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mendatangi Kantor Kementerian Haji…

1 day ago

Bupati Aceh Utara : Data Ulang Masyarakat Miskin, Agar JKA Tepat Sasaran

LHOKSUKON — Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, Ismail A Jalil akrab disapa Ayahwa, meminta agar…

1 day ago

BNPB Beberkan Kendala Pembangunan Huntara Penyintas Banjir Aceh Timur

IDI RAYEUK – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku kompleksitas masalah lapangan membuat pembangunan hunian…

1 day ago

Dana Rehab Sekolah Aceh Tamiang Cair Rp 192 M, Sisa 38 Sekolah Belum Diperbaiki

Aceh Tamiang - Bupati Aceh Tamiang secara resmi meluncurkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Program…

2 days ago

This website uses cookies.