LHOKSUKON – Sebanyak 40 siswa yang menetap di Dusun Biram, Desa Plu, Pakam, Kecamatan Tanah Luas, Provinsi Aceh terpaksa menaikai speed boa tanpa mesin untuk menyeberangi sungai menuju sekolah, Kamis (23/4/2026).
Sekolah mereka berada diseberang sungai di SD Negeri 7 Paya Bakong, Desa Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara.
Terlihat warga memasang tali untuk diikat ke sungai.
Kepala Dusun Biram, Desa Plu Pakam, Nariman kepada Kompas.com, menyebutkan puluhan tahun kondisi itu terjadi. Tidak ada jembatan penghubung.
Satu-satunya akses bagi masyarakat dan khususnya siswa adalah menggunakan sampan dan speed boat sederhana dengan tali sebagai penarik.
“Sebelum menggunakan speed boat, kami di sini menggunakan sampan. Speed boat itu kami beli dari hasil swadaya masyarakat,” ujar Nariman.
Dia mengakui tali yang digunakan sebagai penarik itu pernah putus dan bahkan pernah terjadi kecelakaan kecil, yaitu siswa jatuh ke sungai.
“Tidak ada korban jiwa saat kejadian itu. Karena saat itu debit air tidak tinggi,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya sudah pernah menyerahkan surat permohonan untuk membangun jembatan di wilayah tersebut. Bahkan, lokasi itu juga pernah didatangi dua kali oleh pihak terkait untuk melakukan peninjauan. Hingga, saat ini belum ada tindak lanjut sama sekali.
“Kami berharap ada bantuan jembatan untuk kami, agar anak-anak juga nyaman ke sekolah,” ujarnya. |MUMUL|KCM

Subscribe to my channel

