KUALA SIMPANG- Sebanyak 100 kepala keluarga (KK) di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh belum layak ditempati. Pasalnya, hunian untuk penyintas banjir itu mengeluh karena banjir saat hujan.
“Kondisi kami belum sempurna, belum stabil. Huntara dalam kondisi kurang baik. Kalau hujan banjir, yang pasti masyarakat belum semua menempati Huntara. Karena memang belum layak ditempati,” sebut Datok Penghulu (Kepala Desa) Babo, Khairi dihubungi Selasa (31/3/2026).
Dia menyebutkan, awalnya mereka mengusulkan 300 Huntara ke Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Namun, hanya terakomodir 100 Huntara.
Sehingga, sisa penyintas banjir diberikan solusi sebagai penerima Dana Tunggu Hunian (DTH). Namun, hingga kini dana itu belum disalurkan oleh pemerintah. Sehingga masyarakat masih bertahan di tenda pengungsian.
“Khusus untuk penerima Huntara, tidak menerima lagi DTH. DTH ini pun belum disalurkan,” ujarnya.
Dia berharap, pemerintah segera menyalurkan seluruh bantuan untuk korban banjir di desa itu. Sehingga penyintas banjir bisa segera pulih dan bangkit menata hidup kembali.
Sekadar diketahui, Desa Babo salah satu desa paling parah dan viral saat banjir pada 26 November 2026 lalu di Kabupaten Aceh Tamiang. Nyaris seluruh desa ini hancur tersapu banjir.|KOMPAS
Jakarta – Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.Si menginstruksikan seluruh camat di…
LHOKSUKON- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menyatakan segera menyita kembali aset terpidana kasus…
Jakarta - Pemerintah menyampaikan bahwa tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi…
Medan– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat keandalan distribusi energi guna…
LHOKSUKON- Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, Ismail A Jalil akrab disapa Ayahwa menyentil perilaku 126…
This website uses cookies.