ACEH UTARA – Nurul Akmal, lifter andalan Indonesia asal Aceh diangkat menjadi Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, Kamis (29/1/2025) di Banda Aceh. Dia menuliskan kekecewaannya di akun Instagram @nurulakmal_12 dengan mengenakan baju Korpri dengan tulisan bersyukur walau hanya PPPK PW ditambah emot sedih. Nurul pemegang gelar sarjana pendidikan.
Putri dari Hasballah dan Nurmala Ishak ini lahir di Desa Serbajaman Tunong, 12 Februari 1993 silam. Bakatnya untuk olahraga angkat besi pun mulai terlihat saat duduk dikelas satu Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2010 lalu.
Saat itu, pelatih lifter Aceh, Efendi Eria mencari bibit berbakat untuk menjadi atlet. Timnya menemukan Nurul saat mengakut padi di kampungnya.
Dia pun bersedia mengikuti pendidikan dan pelaihan Tunas Bangsa yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Aceh. Dari sinilah kisah Nurul dimulai dalam even nasional hingga internasional.
Ketekunannya berlatih mengantarkannya ke sejumlah kejuaraan nasional dan internasional. Mulai dari Pekan Olahraga Nasional (PON), Sea Games hingga Asian Games seluruhnya mencatatkan namanya dalam papan perolehan medali.
Namun nasibnya tak seberuntung atlet lain. Saat atlet lain diganjar pekerjaan sebagai perwira TNI dan Polisi, sebagian menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Nurul hanya PPPK Paruh Waktu.
Itu membuat Nurul kecewa. Merasa perjuangannya untuk bangsa ini dianaktirikan.
“Semoga Presiden RI Prabowo Subianto mendengar cerita ini. Ada anak bangsa yang dilupakan walau sudah memberikan seluruh jiwa raganya untuk negara ini,” kata Hasballah ayah Nurul Akmal, Sabtu (31/1/2026).
Dia pun telah berusaha segala upaya untuk menjadikan putrinya aparatur sipil negara. Bahkan sejak mejadi olimpian di Olimpiade Tokyo 2021, Hasballah telah berharap pada Presiden RI Joko Widodo saat itu, untuk mengangkat Nurul menjadi PNS.
Namun, harapan itu pun sirna hingga Joko Widodo berakhir masa jabatannya.
“Harapan terakhir saya ada ditangan Presiden Prabowo. Semoga bisa diberi solusi terbaik untuk Nurul. Menjamin masa depan dan hari tuanya,” terang Hasballah.
Nurul bukan sekadar Olimpian, tapi dia merupakan lifter pertama yang mencatatkan sejarah sebagai atlet putri pertama Indonesia yang lolos di kelas berat Olimpiade 2020 di Tokyo. Indonesia biasanya meloloskan atletnya di kelas-kelas ringan.
Bahkan yang lebih spesial, Nurul mencatatkan namanya sebagai atlet pertama dari Aceh yang mampu tampil di Olimpiade 2020 sejak 33 tahun silam.
Selama kariernya Nurul meraih medali perak Islamic Solidarity Games di Baku 2017, emas di test event Asian Games 2018, hingga meraih satu perak dan dua perunggu di Qatar Cup 2019. Kemudian medali perah dan perunggu di Kejuaraan Asia 2022 dan 2024, serta dua medali perak SEA Games 2021 dan 2023.
Profil Nurul
Nama: Nurul Akmal
Tempat/Tanggal Lahir: Aceh, 12 Februari 1993
Cabang Olahraga: Angkat Besi Nomor: +87 kg
Prestasi
• Kejuaraan Nasional 2010 Yogyakarta (medali perunggu)
• Islamic Solidarity Games 2017 (medali perak)
• Universiade Musim Panas 2017 (peringkat 6)
• Asian Games 2018 Jakarta-Palembang (medali emas)
• Kejuaraan Nasional 2018 Bandung (3 medali emas)
• Qatar Cup Doha 2019 (medali perunggu) PON 2021 (medali emas)
• SEA Games 2021 (medali perak) SEA Games 2023 (medali perak)
• Kejuaraan Asia 2022 dan 2024 (medali perak dan perunggu)
|KOMPAS
IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…
KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…
Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…
LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…
IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…
This website uses cookies.