Kebijakan percepatan pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan yang digagas oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh dalam Tabel 4.6.2 (Sosial dan Kesejahteraan Rakyat), angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Timur terbukti menurun tajam selama periode satu tahun terakhir.
Berdasarkan data tersebut, pada akhir tahun 2024, pemerintahan sebelumnya meninggalkan angka garis kemiskinan dengan jumlah penduduk miskin mencapai 60,86 ribu jiwa atau setara dengan 13,26 persen dari total populasi daerah.
Namun, memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Al-Farlaky di tahun 2025, angka tersebut berhasil ditekan secara drastis menjadi 52,23 ribu jiwa atau turun menjadi 11,24 persen. Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan persentase kemiskinan sebesar 2,02 persen, atau berhasil mengentaskan sebanyak 8.630 jiwa keluar dari zona kemiskinan dalam waktu singkat.
Apresiasi data BPS dan Sinergi Program Terpadu
Menanggapi rilis resmi BPS tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyatakan bahwa tren positif ini merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) melalui integrasi program yang tepat sasaran, mulai dari pemberdayaan ekonomi berbasis dayah/pesantren, optimalisasi sektor perikanan dan pertanian, hingga penguatan jaring pengaman sosial.
“Ini adalah indikator makro yang objektif dari BPS. Penurunan hingga 2 persen dalam satu tahun bukanlah hal yang mudah bagi sebuah daerah. Angka 52,23 ribu jiwa ini menjadi motivasi besar bagi kita untuk terus menggenjot program-program pro-rakyat,” ujar Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.Si, Senin (1/6/2026).
Selain penurunan persentase, data BPS juga mencatat adanya penyesuaian Garis Kemiskinan di Aceh Timur dari Rp557.943,- per kapita/bulan di tahun 2024 menjadi Rp564.943,- per kapita/bulan di tahun 2025. Kenaikan instrumen batas ini membuktikan bahwa meskipun standardisasi kecukupan hidup dinaikkan, daya beli masyarakat Aceh Timur justru semakin menguat sehingga jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan tetap berkurang secara masif.
Komitmen Keberlanjutan Pembangunan
Capaian impresif di tahun 2025 ini menempatkan Aceh Timur sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang paling progresif dalam melakukan akselerasi penurunan angka kemiskinan secara riil di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, kata Al-Farlaky menegaskan, fokus pembangunan ke depan akan tetap dititikberatkan pada sinkronisasi anggaran belanja daerah (APBK) yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan ekonomi, UMKM, peningkatan mutu pelayanan kesehatan, serta pemerataan infrastruktur di wilayah pedalaman guna memastikan tren penurunan kemiskinan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang []
LHOKSUKON - Nafis terpaksa menghabiskan lebaran Idul Adha kali ini di lokasi kebakaran sisa baju…
Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si menghadiri kegiatan Khanduri Laot…
LHOKSUKON- Helikopter water bombing akhirnya berhasil memadamkan api di tumpukan kayu sisa banjir Desa Babah…
LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengusulkan sebanyak 200 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil…
LHOKSUKON – Kontraktor pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…
JAKARTA | PT Rekayasa Indsutri (Rekind) memperoleh dua penghargaan di ajang Top CSR Awards 2026.…
This website uses cookies.