Categories: FeaturedNews

Penanganan Pascabencana di Aceh Tamiang Capai Progres Signifikan

ACEH TAMIANG – Koordinator Penanggulangan Bencana di Aceh Tamiang, Brigjen TNI Mochammad Arif Hidayat, menyampaikan progres pembersihan dan pemulihan infrastruktur kini hampir rampung di sejumlah titik terdampak. Itu menunjukkan penanganan pascabencana di kabupaten tersebut terus menunjukkan perkembangan positif.

Dikatakan Arief, progres pembersihan di jalan utama telah mencapai sekitar 90 persen. Namun, proses tersebut masih menunggu partisipasi masyarakat dalam membersihkan rumah masing-masing. Lumpur hasil pembersihan rumah yang dibuang ke pinggir jalan akan kembali diangkut oleh petugas agar akses jalan dapat sepenuhnya normal.

“Secara keseluruhan, untuk jalan sudah hampir selesai. Sementara pembersihan kayu gelondongan di wilayah Pondok Pesantren Darul Mukhlisin sudah 100 persen. Kayu-kayu tersebut dikeluarkan dan ditumpuk di luar lokasi, sisanya digeser untuk dijadikan tanggul,” kata Arif, Sabtu, 17 Januari 2026.

Ia menambahkan, pembersihan serupa juga telah diselesaikan di kawasan Kota Lintang Bawah. Kayu gelondongan itu disusun dan dirapikan. Selanjutnya, tindak lanjut akan dilakukan oleh pemerintah daerah. Lumpur dan sisa kayu dimanfaatkan sebagai tanggul di sepanjang bantaran sungai untuk mencegah dampak lanjutan.

“Proses pembersihan di Desa Suka Jadi dan Karang Baru juga sudah mulai dilakukan dan menunjukkan perkembangan yang baik,” ujarnya.

Di sisi lain, sambung Arif, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak juga terus dikebut. Sebanyak 600 unit huntara bantuan Denantara telah diserahterimakan kepada Bupati Aceh Tamiang pada 10 Januari 2025.

“Huntara tersebut rencananya akan diisi oleh 154 kepala keluarga (KK) pengungsi dari Desa Suka Jadi yang sebelumnya mengungsi di bawah jembatan,” tutur Arif.

BNPB juga tengah memproses pembangunan huntara di beberapa titik lainnya, di antaranya dua lokasi di Kecamatan Banda Pusaka, yakni Desa Babo dan Desa Alur Jambu. Selain itu, pembangunan huntara mandiri juga sedang berjalan di sejumlah lokasi.

Arif menegaskan bahwa penempatan pengungsi sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah. BNPB bertugas mendukung percepatan pembangunan dan penyediaan fasilitas bagi warga terdampak.

Arif menyebut, Huntara dibangun dari berbagai pihak, baik Denantara, kementerian, relawan, hingga dukungan alat berat dari berbagai instansi sudah dikerahkan untuk membersihkan jalan, sekolah, masjid, serta fasilitas umum dan sosial lainnya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tabah dan bersabar. Pemerintah hadir dan terus bergerak dalam percepatan penanganan bencana ini,” pungkasnya.

|RIL|DIMAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir

Jakarta – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., bertemu dengan Menteri Dalam Negeri…

10 hours ago

Tok, Ukur Ulang Kebun Sawit PTPN Aceh Utara

LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh memediasi pertemuan antara warga dan manajemen PT Perkebunan…

10 hours ago

TA Khalid ; Rp 1,5 Triliun untuk Rehab Perikanan, Rp 2,5 Triliun untuk Pertanian

LHOKSUKON – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia menyerahkan satu unit alat berat ekskavator tipe…

10 hours ago

Saat Lansia Aceh Timur Diwisuda..

Aceh Timur – Sebanyak 53 lanjut usia (lansia) mengikuti Wisuda Sekolah Lansia Kencana Senja dan…

5 days ago

Pertamina Gandeng Lintas Instansi, Jamin Pasokan BBM Aceh Tetap Lancar

Banda Aceh– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Aceh…

6 days ago

Rasakan Penganan Lokal Aceh Timur di Festival Penajoh

IDI- Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh menggelar Festival…

6 days ago

This website uses cookies.