Categories: FeaturedNews

Bupati Al-Farlaky ; 8 Jembatan Putus Dikerjakan TNI di Aceh Timur

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si meresmikan jembatan Bailey di Gampong Baroh Bugeng, Kecamatan Nurussalam, Kamis, 15 Januari 2026. Jembatan tersebut menjadi akses penghubung antara Gampong Baroh Bugeng dan Peulawi yang sebelumnya putus dan rusak parah akibat terjangan banjir.

Jembatan Bailey yang diresmikan memiliki panjang 13 meter dan lebar 4 meter. Bupati Al-Farlaky berharap keberadaan jembatan ini dapat kembali menunjang aktivitas masyarakat serta memperlancar roda perekonomian warga, mengingat kawasan tersebut merupakan wilayah terdampak banjir di Kecamatan Nurussalam yang dikenal masyarakat lokal dengan sebutan Bagok.

Hadir dalam peresmian itu yakni unsur Muspika Kecamatan Nurussalam, dan perangkat Gampong.

“Jembatan ini panjangnya 13 meter dan lebarnya 4 meter. Kita harap dengan terbangunnya jembatan ini, masyarakat bisa kembali beraktivitas sehari-hari, termasuk memperlancar roda ekonomi warga,” ujar Bupati Al-Farlaky kepada awak media di lokasi peresmian.

Bupati menjelaskan, pembangunan jembatan Bailey tersebut merupakan bagian dari program pemasangan sekitar delapan unit jembatan Bailey yang ditangani oleh Kementerian Pertahanan dan dikerjakan oleh personel TNI dari Jakarta.

Saat ini, pembangunan jembatan Bailey difokuskan di dua lokasi di Kecamatan Nurussalam, yakni di Baroh Bugeng dan Gampong Seneubok Rambong, yang keduanya menghubungkan antar Gampong terdampak banjir.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga telah mengusulkan pembangunan jembatan di sejumlah lokasi lainnya, termasuk jembatan gantung di kawasan Simpang Jernih yang menghubungkan Gampong Batu Sumbang dengan Pantai Kera. Usulan tersebut juga melibatkan dukungan dari Kementerian Pertahanan dan TNI.

Namun demikian, Al-Farlaky mengakui tidak semua lokasi memungkinkan untuk dibangun jembatan Bailey karena kondisi konstruksi tanah.

Untuk wilayah tertentu, solusi alternatif yang digunakan adalah pembangunan Aramco, yakni gorong-gorong baja berukuran besar yang ditanam di dalam tanah agar aliran air tetap lancar dan kemudian ditimbun.

“Salah satu Aramco yang sudah kita bangun berada di kawasan Gunung Putus Penaron yang menghubungkan Penaron dengan Lokop,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini terus melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi jembatan yang kondisinya kritis.

Pihaknya kembali mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan agar pembangunan infrastruktur darurat dapat segera dilakukan oleh TNI di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Al-Farlaky juga memaparkan progres pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir.

Ia menyebutkan bahwa pembangunan Huntara terus dikejar dan dalam waktu dekat akan meresmikan salah satu Huntara di Desa Pante Rambung, Kecamatan Pante Bidari, yang dikerjakan oleh BNPB.

“Untuk beberapa lokasi lainnya, saat ini masih dalam proses penggarapan lahan karena lahannya milik perorangan, swasta, maupun HGU. Proses administrasi sudah kita kebut dan pembangunannya akan segera dilakukan,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, pembangunan Huntara di wilayah Lokop, Simpang Jernih, Simpang Ulim, dan Pante Bidari telah mencapai progres hampir 80 persen.

“Bahkan, di beberapa titik hunian sementara tersebut sudah siap dan dapat segera digunakan oleh masyarakat terdampak banjir,” demikian tutup Bupati Al- Farlaky.

|RIL|DIMAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

DLH dan Dinkes Temukan Pengelolaan Limbah SPPG Puenteut Belum Sesuai Regulasi

LHOKSEUMAWE – Pengelolaan limbah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Masjid Puenteut, Kecamatan Blang Mangat,…

11 hours ago

Jaringan Irigasi Rusak Akibat Banjir, Pemkab Aceh Timur Usulkan Normalisasi DI Jambo Aye di Pante Bidari

IDI – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mengusulkan normalisasi jaringan…

1 day ago

Bupati Al-Farlaky Sambut Tim BPK Pada Entry Meeting Pemeriksaan Terperinci TA 2025

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., sambut dan membuka kegiatan…

1 day ago

Mantap, Rekind Bukukan 380 Juta Lebih Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

PT Rekayasa Industri (Rekind) menorehkan catatan penting dalam komitmennya terhadap keselamatan kerja, dengan mencatatkan pencapaian…

1 day ago

Status Dosen PPPK: Momentum Kebijakan Presiden Prabowo untuk Menutup Celah Ketidakadilan Struktural

Oleh: Dr. BukhariPraktisi Hukum di Lhokseumawe, Aceh Keputusan Komisi X DPR RI yang menyatakan persetujuan…

2 days ago

Abu Doto Telah Pergi: Menyusuri Jejak Pengabdian dr Zaini Abdullah untuk Aceh

Langit Aceh seperti menyimpan kesedihan yang sulit diucapkan dengan kata-kata pada Sabtu siang, 13 Juni…

2 days ago

This website uses cookies.