Categories: FeaturedNews

NU Desak Menteri Agama Segera Pulihkan Pesantren Pascabanjir di Aceh

LHOKSEUMAWE – Nahdatul Ulama (NU) mendesak Menteri Agama RI untuk segera memulihkan pesantren di Aceh Utara pascabanjir dan Aceh secara umum.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe, Tgk M Rizwan Haji Alidi Lhokseumawe, Kamis (25/12/2025) menyebutkan data dari Dinas Pendidikan Dayah (Pesantren) Aceh Utara sebanyak 211 pesantren rusak itu dengan rincian 195 pesantren rusak sedang, 10 pesatren rusak berat dan enam pesantren rusak ringan.

Selain itu, Sebanyak 4.420 santri, 5.035 ustaz, dan 211 pimpinan pesantren terdampak banjir di Aceh Utara.

“Itu di Aceh Utara saja, di 18 kabupaten/kota lain kurang lebih kerusakannya juga parah. Untuk itu, butuh aksi cepat dari Menteri Agama untuk pemulihan pesantren,” terang Rizwan.

Selain itu, hasil observasi NU Lhokseumawe di sejumlah kabupaten/kota, ribuan santri telah diliburkan dari berbagai pesantren di Aceh karena kerusakan yang dialami pesantren.

‎Sebagian dari santri dan keluarganya tersebut juga merupakan korban banjir yang saat ini tinggal di pengungsian atau di tenda dan rumah yang rusak. Sehingga mengembalikan mereka ke pesantren akan meringankan beban keluarga yang saat ini sedang mengalami kesulitan di lokasi bencana, ujarnya.

‎”Kerusakan infrastruktur dasar di pesantren seperti asrama, ruang belajar, dapur umum, mesjid/mushalla, kitab-kitab, dan lainnya, harus segera ditangani,” katanya.

‎Saat ini, sambung Rizwan, pesantren swadaya membersihkan lumpur sisa banjir. Tujuannya agar bisa segera memulai pembelajaran.

‎”Kesulitan bagi santri yang akan kembali ke pesantren saat ini adalah biaya, terutama dari kalangan keluarga yang menjadi korban banjir, kehilangan rumah dan harta benda lainnya. Kehidupan mereka berada di titik nol. Sehingga akan mengalami kesulitan untuk dapat kembali ke dayah melanjutkan pendidikan. Ini perlu dukungan semua pihak,” kata Tengku Rizwan.

‎”Jika santri balik ke pesantren baik pesantren formal atau pendidikan non-formal, akan memberikan keringanan kepada keluarga korban banjir karena jumlah anggota keluarga yang harus ditampung di tempat pengungsian atau di lokasi bencana semakin berkurang. Selain itu, anak-anak atau para santri sudah bisa melanjutkan pendidikan yang sudah tertunda selama hampir satu bulan,” ulangnya.

‎NU Lhokseumawe juga berharap seluruh infrastruktur pendidikan baik sekolah, madrasah, TPA dan lain-lain segera bisa berfungsi kembali sehingga anak-anak segera mendapatkan pendidikan kembali dan menyembuhkan secara bertahap trauma psikologis yang mereka alami akibat banjir.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

3 Pemain Bola Disambar Petir, 1 Tewas, 2 Kritis di Aceh Timur

IDI – Sebanyak tiga pemain bola di Desa Pante Panah, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh…

11 hours ago

Dosen PPPK Jadi PNS Langsung Tanpa Tes, Prabowo Perlu Tiru Kebijakan Era SBY

Wacana alih status dosen berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Pegawai Negeri Sipil…

11 hours ago

Bupati Al-Farlaky Pimpin Rapat Percepatan Huntap, Tekankan Data Akurat dan Kualitas Pembangunan

Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I,M.Si memimpin rapat percepatan pembangunan hunian tetap…

2 days ago

Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Padi Dairi Menjadi 12,3 Ton Per Hektar

Sumatera Utara – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan produktivitas padi di Desa Lumban Toruan,…

2 days ago

Bappenas Berharap Rekind Jadi Motor Penggerak Industrialisasi

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., berharap…

2 days ago

Nah Lo, 10 Kepala Dinas Berstatus Penjabat di Aceh Utara

ACEH UTARA- Sebanyak 10 kepala dinas, badan, dan kantor bersatus penjabat di Kabupaten Aceh Utara,…

2 days ago

This website uses cookies.