Categories: FeaturedNews

3 Pekan Pascabencana, Internet Iconnet Milik PLN Icon Plus di Komplek Korpri Lhokseumawe Masih Rusak

LHOKSEUMAWE – Jaringan internet Iconnnet yang disediakan  oleh PLN Icon Plus di kawasan Komplek Korrpi Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe dan sekitarnya masih rusak.

Meskipun bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh sudah berlangsung sekitar 3 pekan lalu.

Para pelanggan di kawasan tersebut dasarnya  sudah melapor berulang kali baik melalui aplikasi yang tersedia, melalui whatshapp pimpinan PLN Icon Plus Lhokseumawe dan juga mendatangi kantor mereka yang berada di Desa Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Tapi hasilnya tidak ada perubahan sama sekali, karena hingga Sabtu (20/12/2025) siang, jaringan di kawasan Komplek Korpri Alue Lim masih rusak.

Saiful selaku pelanggan Iconnet di Komplek Kopri menyebutkan, saat awal bencana jaringan internet sudah mulai rusak total. Kondisi ini bisa dipahami.

Namun sekitar beberapa hari setelah hujan reda dan air mulai surut di wilayah Kota Lhokseumawe,  jaringan sempat normal kembali walau sedikit lemot. Kondisi ini pum maskh bisa dipahami.

Tapi itu hanya berlangsung sekitar dua hari. “Karena setelah itu, yakni saat Lhokseumawe tidak banjir lagi dan aktifitas masyarakat sudah mulai normal, malah jaringan rusak total dan berlangsung hingga Jumat siang ini atau sudah nerlangsung hampir tiga pekan,” tegasnya.

Ditambahkan, untuk mengeluhkan kondisi ini, para pelanggan di sana sudah membuat laporan dengan berbagai cara, ada yang langsung berkominukasi dengan pimpinan PLN Icon Plus Lhokseumawe, ada yang via aplikasi PLN Mobile, termasuk mendatangi kantor penyedia jarongan internet tersebut, namun tidak membuahkan hasil.

Disebutkan, kondisi ini sangat merugikan pelanggan. Karena sudah hampor 20 hari jaringan mati. Sedangkam saat tagihan bulan datang nantinya, jumlah yang dibayar tetap untuk jatah satu bulan penuh.

“Jadi terkesan seperti ada pembiaran tentang kondisi ini. Karena logikanya kami orang awan berpikir,  meskipun jaringan padam sampai 20 hari lebih nantinya, tagihan yang dibayarkan pelanggan tetap full satu bulan. Jadi mau jaringan cepat diperbaiki atau tidak, mereka tidak rugi,” tegas Saiful.

Sedangkan dia mengaku mengeluhkan hal ini harus ke media massa, karena sudah tidak tahu harus melapor kemana lagi tentang kondisi ini. 

“Apalagi mengingat perusahaan penyedia jaringan internet ini merupakan anak perusahaana PLN. PLN saja yang mengalami kerusakan paflrah sudah selesai perbaikan. Ini anak perusahaanya, terkesan sangat lelet dalam membeeri pelayanan kepada para pelanggannya,” pungkas Saiful.

|DIMAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam Pertama Asia Tenggara

Peureulak – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh…

11 hours ago

DLH dan Dinkes Temukan Pengelolaan Limbah SPPG Puenteut Belum Sesuai Regulasi

LHOKSEUMAWE – Pengelolaan limbah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Masjid Puenteut, Kecamatan Blang Mangat,…

1 day ago

Jaringan Irigasi Rusak Akibat Banjir, Pemkab Aceh Timur Usulkan Normalisasi DI Jambo Aye di Pante Bidari

IDI – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mengusulkan normalisasi jaringan…

2 days ago

Bupati Al-Farlaky Sambut Tim BPK Pada Entry Meeting Pemeriksaan Terperinci TA 2025

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., sambut dan membuka kegiatan…

2 days ago

Mantap, Rekind Bukukan 380 Juta Lebih Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

PT Rekayasa Industri (Rekind) menorehkan catatan penting dalam komitmennya terhadap keselamatan kerja, dengan mencatatkan pencapaian…

2 days ago

Status Dosen PPPK: Momentum Kebijakan Presiden Prabowo untuk Menutup Celah Ketidakadilan Struktural

Oleh: Dr. BukhariPraktisi Hukum di Lhokseumawe, Aceh Keputusan Komisi X DPR RI yang menyatakan persetujuan…

3 days ago

This website uses cookies.