ACEH UTARA-Tim Search and Rescue (SAR) Kantor Tanjungpinang, Batam, membantu pencarian korban banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Sebanyak 54 orang tim berangkat dari Batam sejak 27 November 2025, sedangkan banjir terjadi sejak 26 November 2025. Kasi Operasi dan Siaga, Kantor SAR Tanjungpinang, Eryk Subariyanto kepada Kompas.com menceritakan dahsyatnya banjir di kabupaten itu.
“Kami temukan jenazah korban banjir itu jauh dari pemukiman, ada yang jaraknya sekitar delapan kilometer dari pemukiman. Artinya, korban terseret arus banjir sepanjang itu,’ terang Eryk.
Dia menyebutkan, kendala timnya terlalu luas wilayah korban banjir dalam kabupaten itu. karena itu, mereka memaksimalkan pencarian dengan bantuan drone.
“Area persawahan itu lumpur setinggi paha dan pinggang orang dewasa. Itu menyulitkan kita dalam pencarian. Kami maksimalkan drone untuk menemukan jenazah,’ terangnya.
Selama tiga pekan bekerja di Aceh Utara, timnya paling banyak menemukan jenazah di Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Tanah Jambo Aye. Hingga hari ini 163 korban banjir ditemuan meninggal dunia.
“Saat ini masih ada enam belum ditemukan. Namun kami menunggu intruksi berikutnya, apakah memperpanjang pencarian atau pencarian akan diteruskan Kantor SAR Aceh,” pungkasnya.
|KOMPAS
LHOKSUKON – Dua oknum petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP &…
Padang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus dorong upaya pemulihan pasca…
Batam – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menghadiri Forum Komunikasi Pemerintah Daerah…
LHOKSUKON – Semen mulai tersedia di sejumlah toko di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe,…
BANDA ACEH—Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambah alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026…
IDI - Sumur bor yang baru saja digali di Desa Matang Keupula Sa dan Desa…
This website uses cookies.