BUPATI Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa, meresmikan layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) untuk operasi jantung di Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSCM) Aceh Utara, Jumat (17/10/2025) lalu.
Peresmian operasional cath lab ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan layanan kesehatan di Aceh Utara, khususnya dalam penanganan penyakit jantung yang selama ini harus dirujuk ke Banda Aceh atau luar daerah.
Bupati Ayahwa menyampaikan bahwa kehadiran fasilitas tersebut menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat.
“Kini masyarakat tidak perlu lagi ke Rumah Sakit Zainoel Abidin di Banda Aceh. Fasilitas dan tenaga medis di RS Cut Mutia sudah setara dengan rumah sakit rujukan provinsi,” ujar Ayahwa didampingi Direktur RSUCM Aceh Utara, dr Syarifah Rohaya, Sp.M.
Politisi Partai Aceh itu menambahkan, keberadaan layanan operasi jantung ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan serta menekan angka rujukan pasien ke luar daerah.
Ayahwa mengapresiasi dukungan RS Harapan Kita Jakarta dan RS Zainoel Abidin Banda Aceh dalam membantu proses pengoperasian layanan ini.
“Tanpa kerja sama dan pendampingan dari kedua rumah sakit tersebut, pengoperasian Cath Lab tidak akan terlaksana secepat ini. Saat ini RS Cut Mutia masih berada dalam tahap pendampingan oleh RS Harapan Kita,” ungkapnya.
Peresmian layanan operasi jantung di RS Cut Mutia menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam memperkuat sistem kesehatan daerah dan mendekatkan layanan medis spesialistik kepada masyarakat.
Untuk tahap pertama, tujuh pasien telah dioperasi menggunakan cath lab. Operasi itu kerjasama dengan Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta.
Pengurusan BPJS
Sementara itu, Direktur RSUCM Aceh Utara dr Syarifah Rohaya Sp, M, Minggu (23/11/2025), menambahkan selama ini saban hari poli jantung menangani 40-50 pasien.
“Bahkan pasien yang harus menjalin rawat inap rata-rata 400 pasien setiap bulan,” terangnya.
Dari jumlah itu, sebagian terpaksa dirujuk ke luar daerah karena belum memiliki peralatan cath lab.
“Namun dengan beroperasi instalasi Cathlab, RSUD Cut Meutia dapat menangani pemasangan kateterisasi jantung (pemasangan ring) untuk pasien penyakit jantung,” terang Rohaya.
Saat ini, manajemen rumah sakit sedang berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk proses credentialing. Sehingga layanan operasi jantung rumah sakit plat merah itu bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Jika ditanggung BPJS Kesehatan maka masyarakat bisa berobat gratis termasuk operasi jantungnya. Ini dalam proses credentialing BPJS Kesehatan,” terangnya.
Dia berharap, pengurusan itu bisa segera selesai dan BPJS segera menanggung biaya operasi pasien jantung di rumah sakit yang mengusung nama pahlawan nasional itu.
“Semoga bisa segera selesai dan bisa diklaim oleh BPJS operasi jantung di RSUCM,” pungkasnya.
|ADVERTORIAL
IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…
KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…
Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…
LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…
IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…
This website uses cookies.