LHOKSEUMAWE – Sebanyak 43 saksi telah diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Namun, hingga kini penyidik belum mengumumkan tersangka dalam kasus yang menarik perhatian publik di Provinsi Aceh tersebut.
Kepala Seksi Intelijen, Kejari Lhokseumawe, Therry Ghautama, Senin (4/10/2025), menyebutkan bahwa penyidik telah meminta audit kerugian negara pada Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Aceh.
Namun, hasil audit kerugian negara dalam kasus itu belum diterima oleh penyidik. “Saksi sudah 42 kami periksa, ditambah satu saksi ahli keuangan negara. Jadi, total 43 saksi sudah kami periksa,” ucap Therry.
Adapun untuk saksi ahli kerugian negara berasal dari BPKP Provinsi Aceh. “Saksi ahli kerugian negara dari BPKP, setelah kami terima hasil audit kerugian negara dalam kasus itu,” tuturnya.
Jika sudah menerima hasil audit, sambung Therry, penyidik segera mengumumkan siapa yang akan menjadi tersangka dalam kasus itu.”Kami harap masyarakat bersabar menunggu perkembangan kasus ini,” tuturnya.
Sebelumnya, penyidik telah memanggil sejumlah pejabat BUMN, mulai dari pejabat PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pembangunan Aceh, PT Pelindo, dan pengelola KEK Arun.
|KOMPAS
Jakarta-- Upaya mempercepat pencairan bantuan Jatah Hidup (Jadup) bagi korban banjir di Aceh Timur terus…
LHOKSEUMAWE – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe, Dr. Tgk. M. Rizwan Haji…
BANDA ACEH | Ketua Forum Bersama (Forbes) DPR RI - DPD RI Asal Aceh, TA…
JAKARTA – Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) diguncang kasus serius. Mantan Kapolri yang kini…
#Aceh Timur Instansi Pertama di Provinsi Aceh yang Memperoleh Rekomendasi BKN JAKARTA – Bupati Aceh Timur…
Medan – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menerima kunjungan Komisaris PT…
This website uses cookies.