Categories: Advertorial

Optimalisasi Penyaluran, Pupuk Indonesia Sosialisasikan Juknis Baru Pupuk Bersubsidi

Gunungkidul – Pupuk Indonesia berkomitmen mengoptimalkan pendistribusian pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia sebagai upaya mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Salah satu upayanya dilakukan dengan menyosialisaikan petunjuk teknis (juknis) baru tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (8/8/2025).

Senior Vice President (SVP) Strategi Penjualan & Pelayanan Pelanggan PT Pupuk Indonesia (Persero), Deni Dwiguna Sulaeman menjelaskan, regulasi baru tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 yang menjadi aturan pelaksana dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi. Salah satu perubahannya petani terdaftar menebus pupuk bersubsidi langsung di Penerima Pupuk di Titik Serah (PPTS) yang terdiri dari empat entitas, yaitu pengecer, gabungan kelompok tani (gapoktan), kelompok budidaya ikan (pokdakan), dan koperasi.

“Keberadaan koperasi tidak mengganti kios, tapi kehadirannya melengkapi titik serah,” ujar Deni dalam acara “Sosialisasi Akbar Penerima Pupuk Bersubsidi pada Titik Serah” di Kabupaten Gunungkidul.

Ia pun menjelaskan, Pupuk Indonesia merupakan operator atas regulasi yang telah ditetapkan. Bertanggung jawab penuh penyaluran pupuk bersubsidi hingga penerima pupuk di titik serah. Sehingga Pelaku Usaha Distribusi (PUD) yang dulunya distributor, dalam regulasi yang baru menjadi bagian dari Pupuk Indonesia.

Sejumlah penyesuaian pun dilakukan agar pelaksanaan regulasi ini semakin optimal. Diantaranya melengkapi aplikasi i-Pubers dan WCM dengan fitur baru. Aplikasi i-Pubers dilengkapi dengan fitur “Pesan Pupuk” untuk menangkap berapa kebutuhan real pupuk di lapangan yang berbasis pada titik serah. Sementara di WCM akan dilengkapi dengan fitur baru “Delivery Tracking” untuk mengetahui berapa lama PUD mengirim pupuk setelah adanya pesanan.

Di tempat yang sama Kapoksi Pupuk Bersubsidi Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia, Sry Pujiati, meminta kepada seluruh petani, PPTS, maupun PUD di Kabupaten Grobogan untuk membaca serta memahami juknis penyaluran pupuk terbaru guna meminimalisasi permasalahan penebusan di lapangan.

“Kita optimalkan penyerapan pupuk bersubsidi sesuai aturan. Jangan takut alokasinya rendah, kita bisa melakukan yang namanya proses realokasi. Petai yang terdaftar dalam RDKK yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi. Dan RDKK inilah yang menjadi dasar penebusan di titik serah,” kata Sry.

Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Sarana dan Prasarana Produksi Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Bona Kusuma menjelaskan bahwa, inti dari tata kelola yang baru ini memastikan alokasi pupuk bersubsidi nasional yang jumlahnya mencapai 9,55 juta ton bisa segera dilakukan penebarannya oleh Pupuk Indonesia tanpa adanya peraturan berjenjang, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Selain itu, tambahnya, regulasi terbaru ini juga memastikan pupuk bersubsidi dapat tersalurkan dengan prinsip 7 Tepat, khususnya tepat sasaran yang baru dimasukkan dalam kebijakan terbaru. Pemerintah ingin memastikan pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh petani. “Untuk itu Pemerintah memberikan kewenangan Pupuk Indonesia untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi langsung hingga ke PPTS,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan ada mandat dari Perpres 6/2025 agar Kemenko Pangan membentuk kelompok kerja yang tertuang dalam Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pangan Nomor 6 Tahun 2025 bernama Pokja Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Pupuk Bersubsidi. Pokja ini ditugasnya difokuskan untuk memantau bagaimana perkembangan dan pelaksanaan tata kelola ini di lapangan.

“Salah satu kinerja Pokja ini memutuskan piloting tata kelola yang cukup berhasil ada di lima kabupaten, salah satunya di Gunungkidul,” jelas Bona.

Petani Gunungkidul Dapat 30.500 Ton Pupuk Bersubsidi
Sementara itu, SM Regional 2B PT Pupuk Indonesia (Persero), Jeff Narapati menjelaskan, penyederhanaan tata kelola ini dalam rangka memberikan kemudahan para petani mendapatkan pupuk bersubsidi. Karena itu ia berharap, petani Gunungkidul mengoptimalkan kemudahan tersebut dengan melakukan penyerapan pupuk bersubsidi.

Di tahun 2025 ini, petani di Gunungkidul mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 30.500 ton. Alokasi ini lebih dari 40 persen jika dibandingkan dengan total alokasi Provinsi DIY sebesar 76.000 ton.

Adapun di tingkat nasional, Jeff menambahkan, penebusan pupuk bersubsidi per tanggal 7 Agustus 2025 sudah mencapai 4,4 juta ton atau sekitar 48 persen dari total alokasi 9,55 juta ton. Pupuk Indonesia juga telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi nasional sebesar 1.369.000 ton untuk mengoptimalkan penyerapan. “Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk secara nasional, termasuk petani di Gunungkidul,” ujar Jeff.

|RIL|DIMAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Curhat Pelajar yang Diinjak-injak Seorang Gadis ke Bupati Aceh Timur, Ingin Pindah Sekolah

IDI- IR, pelajar SMP di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh mengeluarkan curahan hatinya di depan…

2 hours ago

Prodi Psikologi Universitas Malikussaleh Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi BAN-PT

Lhokseumawe– Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal) menjalani Asesmen Lapangan Akreditasi dari Badan…

2 hours ago

KJE FC Singkirkan PS Pemkab Aceh Utara 1-0, Melaju ke Final Liga JPFC

LHOKSEUMAWE– Koperasi Keuramat Jaya Energy (KJE) FC memastikan satu tempat di partai puncak Liga Eksekutif…

3 hours ago

Joget Berujung Sanksi Etik untuk 3 Satpol PP Bireuen

BIREUEN- Tiga personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP & WH) Kabupaten…

1 day ago

Bank Indonesia Lhokseumawe Menang Setengah Lusin di Liga JPFC

Melaju ke Final Liga Eksekutif LHOKSEUMAWE– PS Bank Indonesia Lhokseumawe tampil luar biasa dengan mengalahkan…

1 day ago

Pertamina Tambah Pasokan Bahan Bakar untuk Aceh

LHOKSEUMAWE- Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus mengoptimalkan distribusi BBM guna memastikan…

1 day ago

This website uses cookies.