Categories: Advertorial

Tantangan Berat Poli Jiwa RSUCM Aceh Utara, Sembuhkan Ribuan ODGJ

DINAS Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melansir sebanyak 1.128 jiwa warga kabupaten itu masuk kategori Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Dari jumlah itu, 35 orang diantaranya kini dipasung oleh keluarga.

Pemicunya faktor korban konflik, tsunami, masalah ekonomi keluarga dan masalah narkoba. Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, akrab disapa Ayahwa menyebutkan Gubernur Aceh Muzakkir Manaf mencanangkan Aceh bebas dari masalah pasung ODGJ.

“Dari 35 yang dipasung, kita rujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh sesegera mungkin. Saya tadi sudah bertemu dengan Direktur RSJ Banda Aceh, kita sesuaikan kapasitas perawatan di sana, kalau saya maunya semuanya segera kita rujuk ke sana,’ kata Ayahwa, Selasa (3/6/2026).

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil dan Direktur RSUCM Aceh Utara dr Syarifah Rohaya Sp.M saat menjemput pasien jiwa di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara |BAKATA

Dia menyebutkan, untuk pertama dirujuk pasien berinisial A (27) asal Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Berikutnya akan disusul pasien dari kecamatan lainnya.

“Terbanyak itu di Kecamatan Dewantara, Baktiya, Langkahan, Samudera, dan Matangkuli. Usia mereka sebagian masih produktif, usia 19 tahun dan tertua itu 64 tahun,” terang Bupati.

Politisi Partai Aceh itu menyebutkan, untuk penanganan ODGJ bisa dilakukan di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara. Dia juga mengintruksikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Jalaluddin dan Direktur RSUCM Aceh Utara dr Syarifah Rohaya untuk fokus penanganan pasien ODGJ. Sehingga, angka ODGJ di Aceh Utara turun dari tahun ke tahun.

“Kalau belum parah, bisa ditangani di Puskesmas dan RSUCM. Harap pro aktif keluarga membantu membawa pasien ke layanan kesehatan kita. Obatnya juga gratis, jadi ini perlu peran aktif keluarga dan Puskesmas,” pungkas Ayahwa.

Layanan Jiwa RSUCM
Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Kabupaten Aceh Utara, memiliki tugas berat. Saat ini, tim ahli jiwa atau psikiater terdiri dua dokter yaitu dr Afrina Zulaikha Sp.KJ dan dr. Juniarti, Sp.KJ. Dibantu dua perawat spesialis jiwa.

Direktur RSUCM Aceh Utara dr Syarifah Rohaya, Sp.M |BAKATA

Rumah sakit itu memiliki poliklinik jiwa dan unit Unit Perawatan intensif Psikiatrik (UPIP). “Tim jiwa ini juga dibantu perawat ruangan serta satuan pengamanan,” kata Direktur RSUCM Aceh Utara, dr Syarifah Rohaya, Sp.M.

Pelayanan Poliklinik dibuka Senin – Jumat. Saat jam kerja, poli ini melayani konsultasi, pemeriksaan awal kejiwaan, pemeriksaan lanjutan pasien mandiri post perawatan , pemeriksaan syarat administrasi jiwa ( MMPI ) serta visum psikiatrik atas permintaan penyidik untuk kasus hukum.

Sementara perawatan UPIP selama 24 jam dalam sepekan. Tugasnya melayani perawatan kejiwaan pasien akut rujukan dari Puskesmas atau hasil tangkapan dari lapangan oleh pihak berwajib, melalui screening pemeriksaan laboratorium dan urin untuk menyingkirkan kemungkinan penyalahgunaan narkoba yang tidak akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan sebagai penanggung biaya perawatan pasien.

dr. Afrina Zulaikha, Sp.KJ di ruang UPIP RSUCM Aceh Utara |BAKATA

Setelah hasil menunjukkan negatif narkoba baru pasien diantar ke UPIP untuk menjalani terapi medikamentosa, konsultasi dan terapi sosial.

Umumnya, sambung Rohaya, pasien menjalani perawatan 7-15 hari di UPIP sampai dinyatakan bisa menjalani perobatan jalan.

“Kapasitas UPIP bisa merawat 20 pasien dengan jumlah pasien sekitar 10-15 setiap harinya,” terangnya.

Penanganan Terpadu
Humas RSUCM Aceh Utara, dr Harry Laksamana menyebutkan, pasien UPIP yang menderita penyakit lainnya sepertidemam, batuk, gangguan lambung, kejang, luka dan lain sebagainya juga ditangani terpadu.

Tips menjaga kesehatan jiwa |BAKATA

Pasien jenis ini akan dikonsultasikan ke dokter ahli lainnya sesuai penyakit dan disiplin ilmu masing, sehingga menjadikan perawatan pasiennya secara paripurna.

“Jadi kita maksimalkan dengan lintas dokter. Penanganan terpadu, bukan hanya jiwanya, tapi jika ditemukan penyakit lainnya, juga ditangani tim dokter lain,” pungkasnya.

|ADVERTORIAL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Ketika Krueng Peuto Meluap Lagi: Kesedihan Warga Tiga Desa Menghadapi Banjir Berkali-kali…

ACEH UTARA — Minggu dini hari, 24 Mei 2026, ketika sebagian besar warga masih terlelap,…

8 hours ago

Simpang Ulim Jadi Pusat Takbir Keliling Idul Adha, Bupati Al- Farlaky Ajak Meriahkan Syiar Islam

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si mengajak seluruh masyarakat untuk…

8 hours ago

Pemkab Aceh Timur Serahkan Ribuan Data Korban Bencana Tahap II ke Kemendagri

IDI — Pemerintah Kabupaten Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mempercepat proses pemulihan pascabencana dengan menyerahkan…

15 hours ago

Warga Imbau Tidak Dekati Area Sumur Bor Gas di Blang Rubek

ACEH UTARA – Warga memasang spanduk larangan mendekati area sumur bor gas di kawasan perkebunan…

17 hours ago

Saat TA Khalid Video Call Menteri PU, Percepat Pembangunan Jembatan Sawang Aceh Utara

Harapan baru mulai menyelimuti warga Desa Gunci dan Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara,…

18 hours ago

Listrik Padam, Warga Aceh; PLN Harus Ganti Rugi…

LHOKSUKON— Sejumlah masyarakat di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mengeluh akan pemadaman…

2 days ago

This website uses cookies.