Categories: Advertorial

Saat Separuh Penyintas Kanker Aceh Berharap di Cut Meutia…

SEJUMLAH penyintas kanker menunggu di selasar Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Senin (19/5/2025). Layanan ini dengan sumber daya mumpuni terdiri dari dua dokter bedah sub onkologi, satu dokter bedah digestif dan satu dokter paru sub onkologi. Ditambah dengan empat perawat terlatih tindakan kemoterapi plus didukung apoteker dan farmasi.

Layanan ini dibuka Senin-Kamis sejak pukul 08.00 hingga selesai. Sedangkan Jumat dilakukan sterilisasi ruangan. Dalam sehari, sebanyak 11 warga penyintas kanker mendatangi rumah sakit plat merah itu.

Direktur RSUCM Aceh Utara, dr. Syarifah Rohaya, S.PM |BAKATA|Ist

“Dalam sebulan bisa 100-120 pasien yang terlayani,” terang Direktur RSUCM Aceh Utara, dr Syarifah Rohaya Sp.M kepada Kompas.com.

Dia menyebutkan sepanjang tiga tahun terakhir penyintas kanker mencapai seribuan orang. Itulah tugas berat tim kemoterapi rumah sakit itu. Jumlahnya pun terus meningkat. Tahun 2021 sebanyak 928 pasien ditangani, 2022 sebanyak 1.025 pasien, 2023 sebanyak 1.064 pasien, dan 2024 sebanyak 1.119 pasien.

Jumlah pasien kanker |BAKATA

Kegelisahan pasien plus keluarganya menjadi tandatangan tersendiri. Itulah kelihaian spesialis ini. Mereka mencoba menenangkan pasien menjalani kemoterapi.

Menariknya, pasien berasal dari separuh wilayah Provinsi Aceh. Mereka datang dari Kota Langsa, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Layanan kemoterapi RSUCM Aceh Utara |BAKATA

“Kami siapkan 11 tempat tidur khusus kemoterapi,” terangnya.

Sedangkan Humas RSUCM Aceh Utara, dr Harry Laksamana, menyebutkan layanan kemoterapi butuh waktu sekitar 3-4 jam. Bagi tim dokter, sambung Harry, membuat nyaman pasien adalah kunci meningkatkan kepercayaan.

“Evaluasi rutin dilakukan, sehingga jika ada kendala teknis bisa segera diatasi. Tim dokter sudah paham betul bagaimana membuat nyaman pasien dan keluarganya,” terang Harry.

Dia menyebutkan tim dokter solid menangani pasien penyintas kanker.

“Kami mengapresiasi kerja keras dan soliditas tim onkologi yang dimiliki RSUCM,” terangnya.

Humas RSUCM Aceh Uara, dr Harry Laksamana BAKATA|Ist

Sisi lain, sambung Harry, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, berkomitmen terus meningkatkan layanan rumah sakit terbesar di kabupaten itu.

“Sehingga, tidak melulu harus dirujuk ke rumah sakit lain. Kita pastikan mengerahkan sumber daya dan ilmu terbaik agar bisa menangani pasien di sini,” pungkasnya.

|ADVERTORIAL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Curhat Pelajar yang Diinjak-injak Seorang Gadis ke Bupati Aceh Timur, Ingin Pindah Sekolah

IDI- IR, pelajar SMP di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh mengeluarkan curahan hatinya di depan…

6 hours ago

Prodi Psikologi Universitas Malikussaleh Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi BAN-PT

Lhokseumawe– Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal) menjalani Asesmen Lapangan Akreditasi dari Badan…

7 hours ago

KJE FC Singkirkan PS Pemkab Aceh Utara 1-0, Melaju ke Final Liga JPFC

LHOKSEUMAWE– Koperasi Keuramat Jaya Energy (KJE) FC memastikan satu tempat di partai puncak Liga Eksekutif…

7 hours ago

Joget Berujung Sanksi Etik untuk 3 Satpol PP Bireuen

BIREUEN- Tiga personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP & WH) Kabupaten…

1 day ago

Bank Indonesia Lhokseumawe Menang Setengah Lusin di Liga JPFC

Melaju ke Final Liga Eksekutif LHOKSEUMAWE– PS Bank Indonesia Lhokseumawe tampil luar biasa dengan mengalahkan…

1 day ago

Pertamina Tambah Pasokan Bahan Bakar untuk Aceh

LHOKSEUMAWE- Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus mengoptimalkan distribusi BBM guna memastikan…

2 days ago

This website uses cookies.