MUSLIADI (38) penderita tumor otak asal Desa Teupin Gajah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, dua tahun terakhir bertahan dengan penyakit membekap tubuhnya. Kini dia dirawat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh.
Sebelum sakit, suai dari Khairunnisa (28) ini bekerja sebagai tukang service air conditioner. Sudah dua pekan dia menemani sang suami di rumah sakit plat merah di Banda Aceh itu.
Awalnya dia menggunakan layanan BPJS Kesehatan untuk berobat di Puskesmas Tanah Jambo Aye, seterusnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Kabupaten Aceh Utara.
Namun, karena rumah sakit plat merah milik pemerintah daerah itu tak mampu menangani penyakit sang suami, kini mereka membawanya ke Banda Aceh.
Ibu satu anak ini menyebutkan dua tahun terakhir, dirinya telah bolak balek membawa sang suami berobat. Mulai dari Rumah Sakit Umum Idi Aceh Timur, RSUCM Aceh Utara dan RSUZA Banda Aceh.
“Kami keluarga tidak mampu. Kami coba pengobatan tradisional awalnya. Lalu ke rumah sakit, kami coba segala upaya agar suami sembuh,” kata Khairunnisa per telepon.
Sangking miskinnya, keluarga ini bahkan tak memiliki handphone. Untuk komunikasi harus menggunakan handphone keluarga.
“Selama ini ada bantuan sedikit dari masyarakat. Biaya hidup kami juga dibantu keluarga,” katanya.
Saat ini, Khairunnisa mengkhawatirkan biaya pendampingan sang suami. “Obat memang gratis, namun biaya untuk menjaga suami, tentu harus tetap ada. Saya serahkan pada Allah SWT, pasti akan ada jalannya,” pungkasnya lirih.
|DIMAS

Subscribe to my channel

