Categories: Editorial

Beranikah Ayahwa Copot Direktur dan Dewas BUMD Aceh Utara?

BUPATI Aceh Utara, Ismail A Jalil, mulai memimpin kabupaten terluas di Aceh itu. Belum terlihat gerakan untuk merombak dan menyusun “kabinet” kerjanya. Salah satu sektor yang harus dirombak yaitu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Aceh Utara memiliki Perumda Air Minum Tirta Pase, PT Pase Energi Migas (Perseroda), PT Bina Usaha (Perseroda), dan PT Pase Energi NSB. Empat badan usaha ini tidak pernah menyetorkan laba untuk menjadi pendapatan asli daerah selama bertahun-tahun.

Ismail A Jalil [Ayahwa]

Data itu bisa dilihat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Aceh Utara. Badan usaha itu memiliki direktur utama dengan jajarannya. Dibantu oleh dewan pengawas atau sebutan lain komisaris.  Komisaris dan dewan pengawas diisi oleh pejabat daerah itu. Uniknya, dewan pengawas ini wajah-wajah lama. Tak mampu bekerja apa-apa. Bahkan sekadar untuk menghasilkan laba Rp 1 juta untuk disetor ke kas daerah.

Jikalah kompetensi seperti itu dipertahankan, ada baiknya Ayahwa berpikir ulang. Masih banyak pegawai negeri sipil (PNS) Aceh Utara yang lebih memiliki kompetensi. Mereka jelas warga Aceh Utara. Lengkap dengan kartu tanda penduduknya. Ini salah satu janji kampanye Ayahwa. Memperioritaskan putra daerah untuk menempati posisi strategis di kabupaten itu.

Beragam alasan kerap muncul di media. Alasan tidak menyetorkan laba. Waktunya, rakyat menunggu keberanian Ayahwa. Menyusun kabinetnya di sektor BUMD.  Publik selama ini mengenal Ayahwa bertangan dingin dan berani.  Teguh pada prinsip. Inilah ujian pertama Ayahwa sebagai pemimpin lima tahun mendatang. Mengganti jajaran direksi dan dewan pengawas di BUMD Aceh Utara.

Jika ini dilakukan, Ayahwa akan dikenang. Apalagi bisa menghasilkan laba sebesar-besarnya untuk pembangunan daerah. Selamat bekerja Ayahwa. Rakyat menunggu. Gaaaaas.

|REDAKSI

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…

1 day ago

Derita Anak Penyintas Banjir Tamiang, Ribuan Belum Miliki Seragam dan Alat sekolah

KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…

1 day ago

Bupati Al-Farlaky Minta Camat dan Geuchik Uji Publik Ulang Data Penerima Bantuan Rumah BNPB

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…

2 days ago

Kebangkitan Wisata Aceh Tengah Masih Terkendala, Ini Harapan Pelaku Bisnis

Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…

3 days ago

2 Jembatan Amblas Penghubung Antar Kecamatan Aceh Utara Belum Diperbaiki

LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…

3 days ago

Begini Pengaturan WFH di Aceh Timur…

IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…

5 days ago

This website uses cookies.