Categories: News

FAH UIN Ar-Raniry Yudisium 79 Lulusan, Dekan Ingatkan Pentingnya Adaptasi

Banda Aceh – Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar yudisium bagi 79 lulusan program Sarjana Strata Satu (S-1) di Aula Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Jumat (31/1/2025).

Dalam sambutannya, Dekan FAH UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Syarifuddin MAg PhD menyampaikan selamat kepada para lulusan yang telah berhasil menyelesaikan studi di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Ia menekankan bahwa yudisium bukan akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tantangan baru di dunia kerja dan masyarakat.

“Menyandang gelar sarjana bukan berarti proses belajar selesai. Dunia terus berkembang dan tantangan akan selalu ada. Oleh karena itu, penting bagi para lulusan untuk tetap menjadi pembelajar seumur hidup,” ujar Syarifuddin.

Ia mengibaratkan perjalanan hidup seperti ombak di tepi pantai, yang mengalami pasang dan surut. “Namun, seperti bulan sabit yang muncul di ufuk timur, purnama pun akan datang pada waktunya,” tambahnya.

Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan Nazaruddin MLIS PhD melaporkan bahwa semester ini FAH UIN Ar-Raniry meluluskan 79 mahasiswa terdiri dari 24 laki-laki dan 55 perempuan. Dari jumlah tersebut, 5 orang meraih predikat Cum Laude, 45 orang memperoleh predikat Pujian, dan 29 orang mendapat predikat Sangat Baik.

Salah satu lulusan internasional, Khaleeda Iman Binti Khalid dari Malaysia berhasil menyelesaikan studinya dalam tujuh semester dengan predikat Cum Laude dan IPK 3,77.

“Adapun rincian lulusan per program studi yakni Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) sebanyak 21 lulusan, Bahasa dan Sastra Arab (BSA) 22 lulusan, serta Ilmu Perpustakaan 36 lulusan,” jelas Nazaruddin.

Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Sejarah Islam Prof Dr Inayatillah MAg menyampaikan orasi ilmiah bertema “Sinergi Hard Skill dan Soft Skill: Modal Sukses di Dunia Kerja.”

Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh 2019-2023 ini menekankan pentingnya keseimbangan antara keterampilan teknis (hard skill) dan keterampilan interpersonal (soft skill). Menurutnya penguasaan ilmu saja tidak cukup tanpa kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta adaptasi terhadap perubahan.

“Banyak lulusan memiliki sertifikasi keahlian, tetapi kesulitan dalam bekerja sama dan beradaptasi dengan lingkungan kerja. Oleh karena itu, pengembangan soft skill seperti kepemimpinan, empati, dan integritas sangat diperlukan,” ujarnya.

Prof Inayatillah juga mengingatkan bahwa dalam skala nasional, kurangnya kemampuan bersinergi dan lemahnya etika kerja menjadi tantangan besar. Ia mencontohkan bahwa budaya gotong royong yang diwarisi masyarakat Indonesia sering kali tidak tercermin dalam praktik kolaborasi profesional.

Perwakilan lulusan mahasiswa, Namira Ramadhani mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini serta mengajak rekan-rekannya untuk terus belajar dan berkembang bakat.

“Kami sadar bahwa perjalanan ini belum berakhir. Semoga ilmu yang telah kami dapatkan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan dunia kerja,” tuturnya.

Sebagai bentuk penghargaan Fakultas Adab dan Humaniora memberikan penghargaan (Bungong Jaroe) kepada tiga lulusan terbaik dari masing-masing program studi yakni Namira Ramadhani (BSA) dengan IPK 3,88 (Cum Laude), Nahrisya Fajria (IP) dengan IPK 3,73 (Pujian) dan M. Fadil Ilham (SKI) dengan IPK 3,72 (Pujian).

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Yuk Ngopi Cantik di ACE INN Hotel Banda Aceh

BANDA ACEH — Menikmati kopi dan hidangan sambil bersantai kini menjadi salah satu pilihan masyarakat…

5 hours ago

Mengintip Peran Strategis Rekind dalam Pembangunan Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia

Di balik pembangunan Pabrik Soda Ash pertama di Indonesia terselip peran strategis PT Rekayasa Industri…

5 hours ago

Berbulan-bulan Bertahan di Tenda, Enam KK Korban Banjir Blang Peuria Menanti Kepastian Hunian

ACEH UTARA — Banjir yang melanda Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, pada 26…

7 hours ago

14 Rumah Penyintas Banjir Aceh Utara Terbelangkalai, BNPB Angkat Bicara

LHOKSUKON- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI berjanji menyelesaikan pembangunan 14 rumah atau hunian tetap…

19 hours ago

Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Timur Borong Tiga Penghargaan Di Banda Aceh

Banda Aceh – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky,…

19 hours ago

Enam Nama, Enam Gagasan di Bursa Rektor Unimal 2027–2030

LHOKSEUMAWE — Bursa pemilihan Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2027–2030 mulai mengerucut. Hingga penutupan pendaftaran, enam…

2 days ago

This website uses cookies.