PolhukamSayuti dan Husaini Daftar Calon Wali Kota Lhokseumawe, Listrik PLN Malah Padam

Sayuti dan Husaini Daftar Calon Wali Kota Lhokseumawe, Listrik PLN Malah Padam

LHOKSEUMAWE | Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar – Husaini POM resmi mendaftar ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Lhokseumawe, Selasa (27/8/2024). Namun, saat proses pendaftaran, listrik malah mati di kantor KIP Kota Lhokseumawe.

Dampaknya, konferensi pers setelah pendaftaran terpaksa dilakukan di teras kantor KIP. Sayuti pun bercanda soal mati listrik itu.

“Ini kesannya luar biasa. Ketika listrik padam, namanya listrik padam musibah sebenarnya. Walaupun dari KIP sendiri seharusnya harus ada cadangannya,” kata Sayuti tertawa.

Dia pun menyingung, kebutuhan dasar soal listrik belum terpeuhi di kota itu.

“Mungkin kedepan Pemerintah Kota Lhokseumawe bisa menyediakan listrik keseluruhan untuk warga tanpa tergantung kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini perusahaan BUMN yaitu PT PLN Persero,” ujarnya.

Pasangan Sayuti Abubakar – Husaini diusung oleh Partai Aceh, Partai Nasional Aceh, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrat Kota Lhokseumawe.

“Kami target menang 50 persen lebih suara,” pungkasnya.

|KOMPAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Ini Saran Pengamat Unimal untuk Tatakelola MBG Presiden Prabowo

LHOKSEUMAWE | Pengamat Komunikasi Politik, Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten...

Ditopang Transformasi Tata Kelola dan Efisiensi, Pupuk Indonesia Kembali Masuk Fortune Southeast Asia 500

Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali masuk dalam...

Cuaca Ekstrem, Wilayah Tengah Aceh Waspada Longsor

LHOKSUKON– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kantor Bandara...

Selama Libur Sekolah Relawan MBG Tanpa Gaji di Lhokseumawe, Warga Minta BGN Jaga Kualitas

LHOKSEUMAWE- Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan suplai distribusi Makan...

Kebun PTPN Cot Girek Diokupasi dan Dijarah: Pekerja Menderita Negara Rugi Miliaran

COT GIREK: Ribuan orang pekerja dan keluarganya di salah...