PolhukamRespon Politeknik Negeri Lhokseumawe Atas Dugaan Korupsi Pembangunan Rusun

Respon Politeknik Negeri Lhokseumawe Atas Dugaan Korupsi Pembangunan Rusun

LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe, Provinsi Aceh, hanya sebagai penerima rumah susun mahasiswa (Rusunawa) yang kini sedang diselidiki oleh penyidik Kejaksaan Negeri Kota Lhokseumawe.

Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe, Rizal Syahyadi, kepada Kompas.com Jumat (9/8/2024) menyebutkan, Politeknik Negeri Lhokseumawe hanya sebagai penerima manfaat bangunan itu.

“Proses pembangunan sepenuhnya beradai dibawah Balai Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Aceh di Banda Aceh. Bangunan itu bahkan hingga kini belum diserahterimakan,” terang Rizal.

Dia menyebutkan, Politeknik Negeri Lhokseumawe, tidak ikut dalam proses pembangunan. “Kami semata-mata penerima manfaat saja,” tegasnya.

Untuk proses awal, Politeknik Negeri Lhokseumawe mengusulkan proposal pembangunan gedung ke Kementerian PUPR RI di Jakarta. Setelah itu, proyek itu sepenuhnya berada dibawah Balai PUPR Provinsi Aceh di Banda Aceh.

Sebelumnya Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Feri Mupahir menyebutkan, bangunan itu mulai dikerjakan dengan sistem multi tahun, dimulai tahun 2021 proyek itu telah dibayar sebesar Rp. 7.036.031.000 dan 2022 dibayar Rp. 7.036.031.000 bersumber dari dana APBN.

“Kami sudah menemukan dua alat bukti yang cukup. Sehingga kasus ini ditingkatkan ke penyidikan,” kata Feri. Hingga kini, belum ada tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

|KOMPAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan, Pupuk Indonesia Dorong Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran di Takalar

Takalar– PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat tata kelola...

Warga Aceh Utara Tewas Disambar Petir Saat di Sawah

LHOKSUKON - Warga Desa Cot Dah, Kecamatan Tanah Luas,...

PIM Luncurkan Kampung Mangga

ACEH UTARA | PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terus...

Kerjasama dengan ILUNI UI ,PMI Aceh Bangun Pipanisasi , Atasi Krisis Air Bersih Pascabencana

Aceh Besar – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh...