Categories: Advertorial

Ini Langkah Pj Bupati Aceh Utara Atasi Stunting di Tingkat PAUD

PENJABAT Bupati Aceh Utara, Mahyuzar mulai mengurai faktor yang berkontribusi mengakibatkan stunting. Beberapa faktor yang berkontribusi pada terjadinya stunting adalah penyakit infeksi yang berulang, lingkungan yang buruk, kurangnya air bersih, stimulasi psikososial yang tidak memadai, persepsi serta budaya masyarakat yang tidak mendukung pencegahan stunting termasuk kurangnya akses terhadap layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berkualitas.

“Soal stunting ini bukan sekedar masalah kesehatan dan gizi yang buruk tapi juga aspek tak langsung penyebab lainnya. Oleh karena itu, intervensi untuk mencegah stunting bukan hanya terkait dengan Kesehatan dan gizi, tetapi juga dengan bidang lainnya termasuk Pendidikan Usia Dini” kata Dr Mahyuzar, Jumat (22/3/2023).

Menurutnya intervensi bisa dilakukan melalui PAUD dalam percepatan pencegahan stunting.

PAUD penting sebagai forum untuk memberikan edukasi tentang pola makan, pola asuh dan pola sanitasi kepada para orang tua terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan dan juga penting untuk memberikan stimulasi bagi perkembangan kognitif dan tumbuh kembang anak.

“Usia dini merupakan usia emas tumbuh kembang anak yang menentukan kehidupan mereka selanjutnya, PAUD merupakan kunci dari keberhasilan pembangunan SDM sepanjang hayat” tuturnya

Dikatakan, peningkatkan kualitas dan kompetensi guru PAUD sangat diperlukan mengingat tenaga pendidik PAUD harus sensitif gizi dan mampu mendorong stimulasi, baik terkait pola makan, pola asuh, maupun sanitasi.

Melalui peningkatan kapasitas ini diharapkan pendidik PAUD akan mampu memahami stunting, dan dapat berperan aktif dalam penanggulangan stunting. Karena, jika salah penanganan pada 1.000 HPK maka anak tersebut berpotensi stunting.

Karena itu Mahyuzar mengajak para Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan para pimpinan sekolah PAUD untuk lebih pro aktif terlibat dalam program penurunan jumlah anak stunting di daerah ini.

Keterlibatan para Bunda PAUD dan para pimpinan sekolah PAUD dinilai sangat penting dan strategis karena mereka adalah ujung tombak, untuk mewujudkan PAUD berkualitas.

Diterangkan, kualitas dimaksud terdiri dari kualitas proses pembelajaran, kemitraan atau kerja sama dengan orang tua, pemantauan pemenuhan layanan Kesehatan, Gizi, Perlindungan, Pengasuhan & Kesejahteraan Anak serta kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya yang memungkinkan melalui kemitraan dengan orang tua, kelompok masyarakat, serta unit pelayanan lain.

PAUD berkualitas dapat berperan melaksanakan kegiatan seperti bermain-belajar yang memberikan stimulasi psikososial dan perkembangan sesuai usia.

Bisa juga menjadi simpul layanan kesehatan dan gizi seperti program pemberian makanan tambahan pada ana melalui kerjasama dengan Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB) dan Puskesmas.

Diharapkan PAUD juga mengembangkan Kelas Pengasuhan dan Kelas Orang Tua dimana Kelas-kelas ini diharapkan dapat menjadi wadah edukasi untuk menguatkan pemahaman orang tua tentang kualitas dan pola asuh yang tepat sehingga dapat membantu mencegah anak menjadi stunting.

Mahyuzar juga mengingatkan agar kondisi sarana dan prasarana PAUD juga diperhatikan, seperti kondisi lingkungan, pembiasaan perilaku hidup yang bersih, sehat, aman, dan nyaman, serta memastikan ketersediaan sanitasi yang baik dan air bersih yang memadai.

Tidak boleh dilupakan adalah pemberdayaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang memang menekankan pada pembinaan lingkungan sekolah sehat dan kemampuan hidup sehat bagi warga sekolah.

Lebih jauh, satuan PAUD diharapkan dapat mencatat dan melaporkan anak baru lahir hingga 2 tahun yang terdeteksi stunting kepada pusat layanan kesehatan atau Dinas Kesehatan setempat agar segera dapat diambil langkah intervensi dini.

Dengan adanya PAUD berkualitas diharapkan mampu membangkitkan kesadaran masyarakat dan semua pihak pentingnya peran PAUD untuk mendukung tumbuh kembang anak yang optimal, demi mewujudkan Aceh Utara bebas stunting.

Pemerintah menempatkan pendidikan usia dini sebagai salah satu program strategis sebagai upaya membangun sumber daya manusia yang unggul. Di Aceh Utara, Angka Kesiapan Sekolah (AKS) baru mencapai 46,3 persen dan Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk anak usia 3-6 tahun baru mencapai 38,8 persen. Sedangkan Angka Partisipasi Murni (APM) untuk anak usia 3-6 tahun adalah di angka 36,4 persen.

Berdasarkan data kemendikbud, PAUD di Kabupaten Aceh Utara sudah merata di 27 kecamatan, dengan jumlah total sebanyak 552 sekolah dengan jumlah siswa 16770 orang.

|ADVERTORIAL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Polres Aceh Timur Selidiki Penemuan Jenazah Bayi di Simpang Ulim

ACEH TIMUR-Penemuan jenazah seorang bayi perempuan di aliran Sungai Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, Minggu (12/07/2026),…

3 hours ago

Pupuk Indonesia Edukasi Pemupukan Berimbang Kepada Petani Wanita dan Petani Cilik di Muara Enim

Muara Enim – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui…

3 hours ago

KJE FC Kampiun Liga Eksekutif JPFC VIII, Taklukkan PS Bank Indonesia Lewat Penalti Azril Nabawi

LHOKSEUMAWE – Koperasi Keuramat Jaya Energy (KJE) FC memastikan diri sebagai kampiun Liga Eksekutif JPFC…

3 hours ago

Ribuan PPPK Lhokseumawe Belum Digaji, Pengamat ; Cermin Kegagalan Sistemik Fiskal Daerah

LHOKSEUMAWE- Pengamat Kebijakan Publik Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, Nazaruddin menilai kasus ribuan Pegawai…

8 hours ago

Curhat Pelajar yang Diinjak-injak Seorang Gadis ke Bupati Aceh Timur, Ingin Pindah Sekolah

IDI- IR, pelajar SMP di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh mengeluarkan curahan hatinya di depan…

1 day ago

Prodi Psikologi Universitas Malikussaleh Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi BAN-PT

Lhokseumawe– Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal) menjalani Asesmen Lapangan Akreditasi dari Badan…

1 day ago

This website uses cookies.