Categories: News

Pemasangan PLTS Atap di Area Pabrik dan Perkantoran, Aksi Nyata PIM Kurangi Emisi Karbon

Aceh Utara  – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di area pabrik dan perkantoran, tepatnya di area pengantongan pupuk urea dan atap gedung Learning Development Center (LDC) PIM dengan kapasitas masing-masing yaitu 48,6 dan 54 kilowatt peak (kWp). Adapun total sel surya yang terpasang yaitu 190 unit dengan luas area sebesar 465 meter persegi.

Berdasarkan perhitungan, dengan menggunakan PLTS, PIM dapat mengurangi emisi karbondioksida ekuivalen 87 ton per tahun atau setara dengan konsumsi listrik lebih dari 90 unit rumah dengan daya 900 volt-ampere.

Implementasi pemasangan PLTS ini merupakan aksi nyata PIM untuk mengatasi salah satu tantangan global yaitu perubahan iklim (climate change) dan ikut berkontribusi dalam mendukung program NZE (Net Zero Emission) Pemerintah. Perubahan iklim terjadi akibat akumulasi gas rumah kaca, seperti gas karbon dioksida di atmosfer. Seperti diketahui, karbon dioksida menghalangi pantulan panas matahari ke luar angkasa. Sehingga, panas ini akan terperangkap di bumi dan menyebabkan bumi semakin hangat.

Selain PLTS, PIM melakukan aksi nyata lainnya dengan melakukan efisiensi penggunaan energi di peralatan pabrik dan penanaman pohon di area konservasi. Total pengurangan emisi yang sudah dicapai PIM hingga Februari 2024 yaitu karbondioksida ekivalen  871,2 ton atau 22% dari target  3855 ton di tahun 2024.

Vice President Pengembangan Bisnis, Safwat Ardy mengatakan serangkaian upaya ini merupakan langkah awal  PIM untuk mencapai target dekarbonisasi (pengurangan emisi karbon) lebih dari 30% pada 2030.

“Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi hingga 31,89% dalam enhanced-determined contribution contribution (e-NDC)” ungkapnya.

Langkah strategis lainnya guna menggapai target tersebut,  PIM berencana membangun pabrik blue ammonia, dimana karbondioksida dari hasil produk samping produksi amonia disalurkan dan disimpan di bawah permukaan tanah atau disebut dengan carbon capture storage (CCS).  Proyek ini akan mengurangi emisi karbondioksida ekivalen sebesar 1 juta ton pertahun.

|RIL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

SDN 2 Dewantara Gelar Maulid, Kadis Pendidikan : Pendidikan Islami Modal Utama Anak …

ACEH UTARA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SD Negeri 2 Dewantara,…

15 hours ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Ombudsman Sumatera Utara, Kawal Penyaluran Energi

Medan– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan…

20 hours ago

Masa Sewa Huntara Berakhir Desember 2026, Nasib Ratusan Penyintas Banjir di Aceh Utara Mengantung?

ACEH UTARA – Ratusan kepala keluarga (KK) penyintas banjir di Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan,…

20 hours ago

Di Musda Golkar, Al-Farlaky Buka Pintu Kolaborasi untuk Pembangunan Aceh Timur

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengajak Partai Golkar memperkuat…

2 days ago

Steam Blowing Rampung, Rekind Kawal PLTP Salak Unit 7 Menuju Commissioning

JAKARTA -PT Rekayasa Industri (Rekind) tengah mengawal pelaksanaan kegiatan proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP)…

2 days ago

Puluhan Pohon, Rumah dan Kios Pedagang Rusak Diterjang Angin di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE– Sebanyak puluhan kios, rumah dan pohon tumbang diternang angin kencang di Kota Lhokseumawe, Provinsi…

2 days ago

This website uses cookies.