LHOKSEUMAWE – Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Kabupaten Aceh Utara, Dayan Albar, Provinsi Aceh, merespon tentang 20 pasien di rumah sakit itu batal operasi karena tidak ada obat bius.
“Saya akan cek detail, bagaimana kronologisnya, apa saja kendala soal bahan medis habis pakai (BHMN), obat bius dan lain sebagainya. Agar bisa kita putuskan solusi terbaik,” kata Dayan dihubungi Jumat (19/1/2024) sore.
Dia menyebutkan, peristiwa itu tidak bisa terulang lagi pada masa mendatang. “Solusi kita ambil harus komprehensif. Jangan ada lagi cerita batal atau tunda operasi pada masa mendatang,” kata Dayan yang juga Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara.
Dia menyebutkan, segera mengambil langkah bersama manajemen RSUCM Aceh Utara untuk mengatasi keluhan masyarakat itu.
“Intinya, kita respon agar peristiwa itu jangan terulang lagi,” terangnya.
Sebelumnya diberitakan, rumah sakit itu kehabisan bahan medis habis pakai. Kepala Hubungan Masyarakat RSUCM Aceh Utara, Harry Laksmana, menyebutkan 20 pasien batal dioperasi bukan pasien kritis.
“Operasi yang dibatalkan bersifat elektif atau operasi yang dapat ditunda. Sedangkan operasi khusus kasus darurat tetap dilaksanakan. Obat bius kosong itu misalnya kategori satu, kita punya yang kategori duanya,” pungkasnya.
|DIMAS
LHOKSEUMAWE- Sayed Dahlan Alhabsy akrab disapa Sayed Art, siang itu, menghadiri pementasan kisah hidupnya di…
ACEH TAMIANG- Sebanyak 120 anak-anak berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Aceh…
Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membongkar dugaan praktik permainan harga beras fortifikasi…
Bupati Al- Farlaky Tegaskan Tak Anti Kritik, Asalkan Konstruktif Ruang Dialog Bersama Insan Pers Terbuka…
ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., memimpin rapat bersama warga…
LHOKSUKON – Sebanyak 50 tim Rapai Pase menabuh rapai (alat musik tradisional) di Desa Dayah…
This website uses cookies.