Categories: Polhukam

Segera Perjelas Lokasi Penampungan Rohingya…

BIREUEN – Tim gabungan menghitung ulang jumlah warga Rohingya yang kini menempati Tempat Penurunan Ikana (TPI) Lapang Barat, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh sebanyak 256 jiwa. Jumlah itu dengan rinician 110 perempuan dan 66 pria. Sedangkan anak-anak sebanyak 36 pria dan 24 wanita. Sebelumnya diberitakan 249 warga Rohingya mendarat di perairan Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.

Kepala Desa Lapang Barat, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Mukhtar, Senin (20/11/2023) menyebutkan, masyarakat telah menggelar rapat. “Hasilnya masyarakat menolak dengan berbagai penyebab, salah satunya TPI Lapang Barat digunakan oleh nelayan untuk aktivitas nelayan. Jadi, terganggu aktivitas warga melaut,” katanya.

Dia mengaku sudah menyampaikan keberatan warga pada otoritas Pemerintah Kabupaten Bireuen. “Silakan dibawa segera dari desa kami. Jika pun tidak ada kejelasan, masyarakat tak punya pilihan lain. Ini harus segera diambil solusi, kalau tidak, nanti jangan salahkan masyarakat kalau terpaksa menolak mereka lagi ke laut,” katanya.

Dia menyebutkan, warga sudah memberikan bahan makanan, pakaian dan minuman untuk imigran Rohingya tersebut.

Sementara itu, Kepala Hubungan Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bireuen, Azmi, dihubungi terpisah menyatakan belum ada kejelasan tentang penanganan Rohingya tersebut.

“Kami juga sudah minta agar UNHCR segera memperjelas lokasi mana yang akan dibawa warga Rohingya ini. Karena, yang sudah ada 35 orang Rohingya sebelumnya juga sampai saat ini belum dievakuasi oleh UNHCR,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Rohingya ini sempat terombang ambing di laut. Mereka ditolak oleh warga Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Utara. Mereka didorong ke laut dan akhirnya mendarat sendiri di perairan Kabupaten Bireuen untuk kedua kalinya.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Update Kebaran Lhokseumawe, 88 Rumah Terbakar, 271 Jiwa Mengungsi

LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh melansir data terbaru kebakaran di Komplek Perdede, Desa…

17 hours ago

2 Prodi PNL Raih Akreditasi Unggul

Lhokseumawe - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali mencatatkan capaian strategis yang memperkuat reputasinya sebagai salah…

18 hours ago

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bersama DPR RI dan BPH Migas Tinjau SPBU di Riau, Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Distribusi BBM

Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Anggota DPR RI Komisi…

23 hours ago

Butuh Waktu 3 Bulan Rubah Desil Kependudukan Agar Tetap Terima Layanan Kesehatan Gratis di Aceh

LHOKSEUMAWE– Ratusan masyarakat Provinsi Aceh kini merubah status desil kependudukan lewat aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi…

1 day ago

Setelah 5 Tahun Telantar, Akhirnya Menteri PU Resmikan Penggunaan Bendungan Krueng Pase Aceh Utara

LHOKSUKON- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meresmikan pengoperasian kembali Bendungan Krueng Pase di Desa…

1 day ago

77 Rumah Ludes Terbakar di Lhokseumawe, Damkar Kesulitan Karena Gang Sempit

LHOKSUKON- Sebanyak 77 unit rumah di Komplek Perdede, Desa Kampung Jawa Lama, Banda Sakit, Kota…

1 day ago

This website uses cookies.