Categories: News

Petani Diinjak Gajah ; Belum Ada Pejabat Aceh Utara Datang Jenguk Saya…

MUKHTARUDDIN (42) Desa Pucok Alue Seuleumak, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Cut Meutia, usai diamuk kawanan gajah yang masuk ke kebunnya.

Dia mengisahkan, awal mula dia diamuk masa kala itu saat sedang mengusir kawanan gajah yang merusak perkebunan miliknya sejak 20 hari terakhir. Dia terpaksa menginap dikebun untuk mengusir kawanan gajar itu keluar dari kebun miliknya.

“Saya sudah menginap dikebun selama 15 malam. Jadi Kamis sore 12 Oktober 2023 itu kembali lagi ke kebun. Saya dan adik saya mengusir gajah itu menggunakan petasan. Satu kelompok gajah sudah berhasil keluar dari kebun, sudah jauh jauh mereka pergi,” cerita Muktharuddin, Minggu (15/10/2023).

Lalu, tidak lama setelah itu disusul satu ekor gajah lainya masuk ke kebun warga. Sialnya stok petasan sisa dua kali bakar lagi karena sudah digunakan untuk mengusir kawanan gajah sebelumnya.

“Baru lima 50 meter kelompok gajah keluar dari kebun, datang dua ekor gajah lagi, jadi saya coba usir lagi namun gajah itu, jarak 20 meter jagah itu berhenti lalu berbalik arah masuk kebun saya lagi. Gajah itu mengamuk dan menyerang saya, padahal saya sudah sembunyi di bawah pohon besar tapi gajah berhasil menyerang lagi sampai saya terjatuh ke tanah,” ucap korban.

Dalam posisi terbaring sambung korban, gajah itu menginjak dibagian dada kanan Muktharuddin. Setelah diinjak gajak juga mendorong korban sampai tersungkur. “Krap, krap suara dari dada saya saat diinjak. Ini dada dan perut saya bekas luka tercakar kuku gajah,” sambungnya.

Baktiar, sempat menolong abang kandungnya Muktharuddin. Namun dia juga diserang oleh gajah itu sampai ia terjatuh namun Baktiar berhasil bangkit dan kabur.

“Saya sudah lemas tidak bisa bangun lagi, adik saya dengan kaki terkilir mengangkat saya dibawa ke tempat aman agar tidak diijak oleh gajah lainya. Setelah gajah itu menyerang warga tak lama gajah itu juga pergi ke arah kelompok gajah sebelumnya,” katanya lagi.

Setelah aman, keduanya meminta pertolongan warga dan menghubungi petuga BKSDA. Selanjutnya mereka dibawa oleh warga ke rumah sakit. saat ini korban sedang menjalani perawatan intesif di RSUCM Aceh Utara.

“Dada saya masih sakit sekali, saya susah duduk dan bangun ke jika ingin ke kamar mandi. Sebelumnya saya sesak tapi sekarang sudah mulai tidak sesak lagi. Sedangkan kondisi adik kandung saya tidak dirawat di rumah sakit karena kakinya hanya terkilir dan sekarang di tempat kusuk di kampung saya,” sebutnya.

Muktharuddin berharap kepada Pemerintah Aceh Utara dan pihak terkait agar mencari solusi soal konflik gajah dengan manusia tidak terjadi lagi. sejauh ini belum ada pihak pemerintah daerah yang datang menjengung dirinya di rumah sakit.

“Hari pertama ada pak Nurdin jenguk saya. Kalau yang lain tidak ada, termasuk pejabat daerah bidang perkebunan. Saya berharap pemerintah tidak diam menangani persoalan gajah. Sebab gajah itu lari ke kebun warga karena mencari makan. Di hutan ada aktifitas tebang pohon makanya lagi ke kebun warga. Kalau saya tidak berkebun keluarga saya mau makan apa. Hanya ini satu-satunya pencarian dengan cara menggarap pohon pisang dan sawit di kebun,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Resort 12 Badan Konservasi Sumber Daya Aceh (BKSDA) Kabupaten Aceh Utara, Nurdin, kawanan gajah itu kini berada di area perkebunan warga di Kecamatan Paya Bakong.

“Konflik gajah dan manusia terjadi di Aceh Utara karena tidak ada kawasan hutan untuk hewan liar itu. Susah sekali gajah untuk berada di kawasan hutan, karena hutannya berubah menjadi lahan baru, jalan baru dan lain sebagainya. Ini perlu upaya serius dari Pemerintah Aceh Utara, kami siap membantu,” pungaksnya.

|DIMAS |KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

350 Petani Sawit Aceh Timur Dapat Bantuan Rehabilitasi Pascabanjir, 411 Hektare Kebun Dipulihkan

IDI– Sebanyak 350 petani sawit swadaya di Kabupaten Aceh Timur mendapat bantuan rehabilitasi kebun kelapa…

11 hours ago

Bupati Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., memimpin rapat koordinasi bersama…

11 hours ago

Polisi Musnahkan 3.000 Pohon Ganja di Aceh Utara, Dua Pemilik Kebun Ditangkap

ACEH UTARA – Personel Polres Lhokseumawe memusnahkan sekitar 3.000 batang ganja yang ditanam di lahan…

11 hours ago

Temuan BPK: Biaya Operasional-Insentif Bebani Dana Zakat Rp559 Juta di Baitul Mal Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan sejumlah permasalahan terkait realisasi anggaran pada…

12 hours ago

PIM Gelar Khitanan Massal untuk 80 Anak di Lingkungan Perusahaan

ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali menggelar kegiatan Khitanan Massal (Sunat Rasul)…

19 hours ago

Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam Pertama Asia Tenggara

Peureulak – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh…

2 days ago

This website uses cookies.