LHOKSEUMAWE- Polisi mengamankan lima remaja diduga hendak melakukan tawuran dikawasan Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Minggu (23/7/2023) pukul 01.00 WIB
Mereka juga membawa enam bilah senjata tajam, tujuh unit sepeda motor serta dua unit HP Android.
Kapolsek Banda Sakti Ipda Arizal, dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, awalnya masyarakat melihat konvoi sepeda motor di Jalan Los Kala, Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe lengkap dengan parang. Lalu warga melaporkan ke polisi dan segera dilakukan pengejaran.
“Kita turunkan tim untuk mencari mereka. Akhirnya kita temukan lengkap dengan parang dan pisau,” katanya.
Mereka berinisial RF (16 ) dan HK (15) warga Desa Meuria Paloh Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe, lalu AS (16) warga Desa Batuphat Timur Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe.
Kemudian RF (16) warga Desa Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe dan FH (14) warga Desa Meunasah Drang Kecamatan Muara Batu Aceh Utara.
Kelima remaja tersebut selanjutnya di bawa dan diamankan ke Polres Lhokseumawe untuk proses lebih lanjut. “Kami imbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anaknya yang masih usia remaja, sehingga tidak terlibat aksi kenakalan remaja seperti tawuran dan perbuatan negatif lainnya,”ujarnya.
Dia menyebutkan, polisi setiap akhir pekan disibukan dengan patroli rutin untuk antisipasi tawuran dengan menggunakan senjata tajam di Kota Lhokseumawe. “Ini orang tua tolong jaga baik-baik anaknya,” pungkasnya.
|DIMAS
Lhokseumawe — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe…
ACEH TIMUR | Pemulihan bencana di Aceh dibayangi manuver politik. Di tengah logistik pengungsi yang…
LHOKSUKON- Sekitar 90 hektare area sawah di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh…
LHOKSEUMAWE - Puluhan calon jemaah haji (CJH) di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mendatangi Kantor Kementerian Haji…
LHOKSUKON — Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, Ismail A Jalil akrab disapa Ayahwa, meminta agar…
IDI RAYEUK – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku kompleksitas masalah lapangan membuat pembangunan hunian…
This website uses cookies.