Categories: Advertorial

Serentak Tangani TBC di Aceh Utara …

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, fokus menurunkan angka penderita penyakit Tuberkulosis (TBC)  di kabupaten itu.

Pasalnya dari waktu ke waktu, penderita TBC terus meningkat. Hingga akhir tahun 2022 lalu, penderita penyakit ini sebanyak 267 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin, Jumat (26/5/2023) menyebutkan, mayoritas masyarakat menganggap batuk sebagai gejala awal TBC sebagai batuk biasa, sehingga enggan berobat. Padahal, penyakit tersebut mudah menular dan membutuhkan perawatan medis secara serius. Penyakit yang disebabkan bakteri tersebut bisa menimbulkan gangguan pada saluran napas.


Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin

 “Gejala utama yaitu batuk berdahak selama dua minggu atau lebih, yang diikuti gejala tambahan seperti dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, dan demam meriang lebih dari satu bulan,” kata Amir.

Dia menambahkan, berdasarkan jenis kelamin, laki-laki lebih banyak tercatat menderita TBC. “14 kali lebih besar jumlah laki-laki dibanding perempuan penderita TBC. Ini bisa dipicu laki-laki merokok dan tidak patuh minum obat,” kata Amir.

Untuk menekan jumlah penderita TBC di kabupaten tersebut, menurut Amir, akan ditingkatkan kerja sama dengan lintas sektor. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan mau memeriksa kesehatan di layanan kesehatan pemerintah dan swasta yang ada di kabupaten Aceh Utara.

“Peningkatan kompetensi tenaga medis juga untuk mampu menjangkau penderita TBC lebih banyak lagi, agar bisa ditekan jumlah penderitanya,” sebutnya.

Inovasi Pelayanan

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Aceh Utara, Samsul Bahri, menyebutkan, pengecekan TBC bisa dilakukan di tingkat Puskesmas.

“Seluruh Puskesmas bisa melayani TBC di Aceh Utara,” katanya. Bahkan, gerakan Puskesmas Nisam, Aceh Utara sudah mendapat prestasi di tingkat Provinsi Aceh. Di sana, sambung Samsul Bahri, kolaborasi masyarakat dan Puskesmas untuk urunan bantuan yang diberikan pada pasien TBC.

“Kami apresiasi inovasi pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas,” terangnya. Sisi lain, sejumlah instansi diminta untuk memeriksa kesehatan pegawai atau karyawannya khusus TBC secara rutin.

“Semua layanan kesehatan siap bekerjasama untuk pemeriksaan TBC bagi instansi-instansi,” katanya.

Khusus untuk desa-desa, kata Samsul, layanan kesehatan juga bekerjasama untuk sosialisasi TBC pada masyarakat dengan berbagai kelompok masyarakat.

“Kita ajak semua ikut serta untuk mencegah dan mengobati penyakit ini,” pungkasnya.

Gejala Tuberkulosis

Tuberkulosis tidak selalu menunjukkan gejala sakit. Para ahli membedakannya atas kedua jenis TBC, yaitu:

TBC Laten

Pada jenis TBC ini, bakteri dalam keadaan tidak aktif sehingga pengidapnya tidak mengalami gejala apapun. Karena itu, jenis laten bersifat tidak menular. Tetapi, kondisinya perlu diobati agar tidak berkembang menjadi TB aktif.

TBC Aktif

Bakteri TBC dapat menular dan menimbulkan sejumlah gejala setelah infeksi terjadi. Tanda dan gejala TB aktif meliputi:

1.     Batuk selama tiga minggu atau lebih.

2.    Batuk darah atau lendir.

3.    Nyeri dada.

4.    Penurunan berat badan.

5.    Kelelahan.

6.    Demam.

7.     Keringat saat malam hari.

8.    Panas dingin.

9.    Kehilangan selera makan.

Jika menginfeksi organ lain, tanda dan gejalanya bisa bervariasi tergantung organ mana yang terinfeksi. Misalnya, TBC tulang belakang dapat menyebabkan sakit punggung, dan TBC di ginjal dapat menyebabkan urine berdarah.

Pencegahan Tuberkulosis

Sampai saat ini sebenarnya tidak ada cara pasti untuk sepenuhnya mencegah penyebaran TB. Namun, ada sejumlah tindakan yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi penyebaran penyakit ini:

1. Pemberian Vaksin

Tuberkulosis dapat kamu cegah melalui pemberian vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Di Indonesia, vaksin wajib dan diberikan sebelum bayi berusia tiga bulan. Vaksin BCG juga dianjurkan bagi anak-anak, remaja, ataupun orang dewasa yang belum pernah menerimanya pada waktu bayi.

2. Diagnosis Sedari Awal

Pencegahan penyebaran TBC akan efektif bila pengidapnya melakukan pemeriksaan dan pengobatan sedari awal. Sebab, pengidap TBC dapat menularkan bakteri kepada 10-15 orang setiap tahunnya.

3. Menjaga Lingkungan Tempat Tinggal

TBC adalah penyakit yang menular melalui udara saat pengidap TBC bersin atau batuk. Risiko infeksi bisa berkurang dengan membuat sistem sirkulasi udara atau ventilasi yang bagus dalam rumah. Sebab, bakteri penyebab TBC dapat mengendap lebih lama dalam rumah apabila sistem ventilasi kurang layak.

4. Jalani Pola Hidup Sehat

Kamu bisa meningkatkan sistem imun dengan menerapkan pola hidup sehat. Misalnya seperti mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang dan rutin berolahraga. Sebab, sistem imun yang baik dapat membantu kamu terhindar dari berbagai macam penyakit, termasuk bakteri penyebab TBC.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala yang mengarah pada TBC, segeralah kunjungi dokter. Ingatlah bahwa penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalisir resistensi bakteri maupun komplikasi fatal yang mengintai. Klik gambar di bawah ini untuk segera konsultasi dengan ahlinya.

|ADVERTORIAL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Helikopter Water Bombing Padamkan Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara

LHOKSUKON- Helikopter water bombing akhirnya berhasil memadamkan api di tumpukan kayu sisa banjir Desa Babah…

13 hours ago

Aceh Utara Usulkan 200 Formasi CPNS Tahun 2026

LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengusulkan sebanyak 200 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil…

2 days ago

Kontraktor Pembangunan Huntap Korban Banjir Mengeluh Harga Semen Mahal di Aceh Utara

LHOKSUKON – Kontraktor pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…

2 days ago

Bukti TJSL Berdampak Nyata dan Berkelanjutan: Rekind Raih 2 Penghargaan Top CSR Award 2026

JAKARTA | PT Rekayasa Indsutri (Rekind) memperoleh dua penghargaan di ajang Top CSR Awards 2026.…

2 days ago

Kebakaran Kayu Sisa Banjir Belum Dipadamkan, Warga Minta Diberi Alat Berat Agar Api Tidak Menyebar

LHOKSUKON– Memasuki hari ketiga, kebakaran kayu sisa banjir di Desa Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Kabupaten…

2 days ago

NU Lhokseumawe Salurkan Dua Sapi Qurban untuk Korban Banjir dan Santri

Lhokseumawe- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe menyalurkan dua ekor sapi qurban untuk masyarakat…

3 days ago

This website uses cookies.