Categories: AdvertorialFeatured

Ini yang Dilakukan Rekind Group untuk Dekarbonisasi

JAKARTA | PT Rekayasa Industri (Rekind) bersama seluruh entitasnya yang tergabung dalam Rekind Group terus mengedepankan komitmen dalam mendukung upaya dekarbonisasi nasional untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) sektor industri pada 2050 dan skala nasional pada 2060. Tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis Engineering, Procurement and Construction (EPC), Rekind Group juga aktif mengambil peran dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan.

Salah satu langkah nyata yang dilakukannya, berpartisipasi dalam program penanaman bibit mangrove yang diinisiasi oleh PT Pupuk Kujang selaku bagian dari Pupuk Indonesia Group, di Dusun Tangkolak, Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat, Senin (6/7). Dalam kegiatan tersebut, Rekind Group bersama PT Pupuk Indonesia Niaga, menanam sekitar 5.045 bibit mangrove sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon dioksida dari Kawasan industri di wilayah sekitar.

“Aksi kolaborasi penanaman bibit mangrove ini sejalan dengan upaya Rekind dalam mendukung program pemerintah di skala nasional untuk menekan dampak perubahan iklim yang saat ini menjadi perhatian global,” ujar Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih.

Rekind Group, lanjutnya juga berada di garis depan dalam upaya dekarbonisasi, khususnya pada sektor energi dan industri berat. “Salah satu fokus kegiatan yang kami lakukan mendukung transformasi, menuju energi baru dan terbarukan melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang sangat kaya di Indonesia serta menjadi salah satu spesialisasi kami,” tandasnya.

”Bagi Rekind, penanaman mangrove ini bukan sekadar seremoni lingkungan, melainkan manifestasi nyata dari integrasi aspek ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam strategi EPC kami. Sebagai perusahaan yang bergerak di industri energi dan infrastruktur berat, kami menyadari, dekarbonisasi adalah urgensi bisnis. Kami tidak hanya berkomitmen menanam pohon untuk menyerap emisi, tetapi juga terus memacu inovasi teknologi untuk menciptakan green industry, seperti pengembangan ekosistem energi baru & terbarukan. Kolaborasi ini adalah langkah kami memastikan bahwa pertumbuhan bisnis Rekind seirama dengan pemulihan ekosistem,” pungkas wanita yang akrab dipanggil Yani itu.

Kegiatan penanaman bibit mangrove yang totalnya mencapai 10.800 bibit batang pohon itu, dipimpin langsung oleh Direktur Operasi dan Produksi PT Pupuk Kujang Arlyza Eka Wijayanti, didampingi Direktur Keuangan dan Umum PT Pupuk Kujang Iyan Fajri. Kehadiran Rekind Group, yang terdiri dari PT Rekayasa Industri, PT Rekayasa Engineering, PT Tracon Industri, PT Pupuk Indonesia Utilitas, PT Rekind Daya Mamuju, PT Rekind Engineering and Construction, dan PT Rekayasa Cakrawala Resources, menjadi bukti sinergi lintas entitas dalam mendukung agenda lingkungan nasional.

Mangrove merupakan salah satu solusi alami yang sangat efektif dalam menyerap karbon. Melalui proses fotosintesis, tumbuhan ini dapat menangkap CO₂ dari udara lalu mengonversinya menjadi oksigen. Bahkan, berbagai studi mengungkapkan, mangrove sanggup menyimpan karbon hingga empat kali lebih besar dibandingkan hutan tropis di daratan. Karakter tanah yang berlumpur serta tergenang air payau membuat proses dekomposisi berlangsung lebih lambat, sehingga karbon dapat tersimpan lebih lama di dalam tanah.

“Aksi kolektif ini membuktikan, dedikasi terhadap dekarbonisasi bukan hanya tanggung jawab satu entitas, melainkan spirit yang kami tanamkan di seluruh Rekind Group. Kami memilih mangrove karena efektivitasnya yang luar biasa dalam menyerap karbon (carbon sequestration), sebuah solusi berbasis alam yang sangat strategis. Dengan melibatkan seluruh anak perusahaan dan afiliasi, kami ingin menunjukkan, sinergi lintas lini merupakan kunci dalam mengamplifikasi dampak positif bagi lingkungan. Kami ingin memastikan, setiap langkah operasional kami, baik di lapangan maupun di kantor, berkontribusi langsung pada target nasional NZE 2060,” tambah Sekretaris Perusahaan Rekind Budi Adi Nugroho.

Selain memberikan dampak ekologis, kegiatan penanaman mangrove ini juga memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar. Melalui keterlibatan langsung bersama warga Dusun Tangkolak, Rekind Group berupaya membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai sosial yang berkelanjutan

“Kami berharap satu pohon mangrove bisa menjadi sejuta solusi untuk mengurangi emisi sehingga berdampak sangat positif dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau,” sergah VP TJSL Rekind Herman Susatyo.[]

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Liburan Usai, Saatnya Kembali Beraktivitas Bersama Kenyamanan Residence Puri & Residence Hotel by Calandra Medan

MEDAN- Liburan telah usai, kini saatnya kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Bagi Anda yang memiliki…

57 minutes ago

Bupati Al- Farlaky Lantik T. Reza Rizki Pj.Sekda Atim

Fokus Penanganan Banjir,Percepatan Kinerja Birokrasi hingga Disiplin ASN Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman…

1 hour ago

Puluhan Pemuda Lhokseumawe Ikut Pelatihan Feature dan Stroyteller

LHOKSEUMAWE– Puluhan pemuda Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh mengikuti pelatihan…

19 hours ago

Buah dari Transformasi di Bawah Danantara, Pupuk Indonesia Bukukan Laba Rp8,51 Triliun di 6 Bulan Pertama 2026

Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan laba yang signifikan sepanjang 2026, seiring dengan…

23 hours ago

Polisi Selidiki Kelangkaan BBM di Lhokseumawe

LHOKSUKON- Tim Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh menyelidiki kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan…

2 days ago

Bupati Al-Farlaky Serahkan Santunan Ahli Waris Tahap III Korban Banjir

Bantuan Tidak Boleh Dipotong, Jadup Tahap II Sedang Berproses Aceh Timur– – Pemerintah Kabupaten Aceh…

2 days ago

This website uses cookies.