Categories: News

WALHI Sebut Banjir di Aceh Utara Akibat Kerusakan Lingkungan

ACEH UTARA |  Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Aceh Utara, disebabkan karena kondisi lingkungan yang telah rusak, sehingga perlu adanya kebijakan terutama dalam hal tata ruang.

Direktur Eksekutif WALHI Aceh, Ahmad Shalihin mengatakan, banjir yang terjadi wilayah Aceh Utara akibat lingkungan yang telah rusak dan juga kondisi hutan yang mulai mengalami deforestasi atau hutan yang semakin gundul.

“Makanya dalam persoalan penegakan hukum, aktivitas-aktivitas illegal di dalam hutan harus bisa dituntaskan semuanya,” ujar Ahmad Shalihin, Jumat, 7 Oktober 2022.

Ahmad Shalihin menambahkan, kejadian yang terjadi di Aceh Utara, tidak murni disebabkan karena kerusakan hutan yang terjadi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, tapi juga ikut andil kerusakan hutan di wilayah itu, seperti ada salah satu perusahaan yang sedang melakukan Replanting.

Maka semua izin-izin perkebunan di wilayah Aceh Utara harus di evaluasi kembali, terutama bagi kawasan-kawasan yang menyalahi aturan di Hak Guna Usaha (HGU), jangan sampai nantinya merubah fungsi hutan.

“Makanya hal itu penting untuk dilakukan jangan sampai merusak hutan dan pemerintah juga harus melakukan sosialisasi mitigasi bencana bagi masyarakat, agar bisa tahu langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan saat banjir dan jangan sampai ada korban,” tutur Ahmad Shalihin.

Tambahnya, kondisi hutan di Kabupaten Aceh Utara sudah masuk dalam kategori rusak, apalagi banyak terdapat perkebunan, seperti Hak Tanaman Industri (HTI) yang terlantar, kemudian dimanfaatkan secara liar oleh banyak pihak.

“Seharusnya ini sudah dilakukan upaya penertiban dan pemerintah harus mencabut izin perusahaan-perusahaan itu,” katanya.

|RIL|DIMAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Hadiri Khanduri Laot dan Santunan Anak Yatim, Bupati Al-Farlaky Ajak Sinergi Bangun Aceh Timur

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si menghadiri kegiatan Khanduri Laot…

11 hours ago

Helikopter Water Bombing Padamkan Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara

LHOKSUKON- Helikopter water bombing akhirnya berhasil memadamkan api di tumpukan kayu sisa banjir Desa Babah…

1 day ago

Aceh Utara Usulkan 200 Formasi CPNS Tahun 2026

LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengusulkan sebanyak 200 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil…

2 days ago

Kontraktor Pembangunan Huntap Korban Banjir Mengeluh Harga Semen Mahal di Aceh Utara

LHOKSUKON – Kontraktor pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…

2 days ago

Bukti TJSL Berdampak Nyata dan Berkelanjutan: Rekind Raih 2 Penghargaan Top CSR Award 2026

JAKARTA | PT Rekayasa Indsutri (Rekind) memperoleh dua penghargaan di ajang Top CSR Awards 2026.…

2 days ago

Kebakaran Kayu Sisa Banjir Belum Dipadamkan, Warga Minta Diberi Alat Berat Agar Api Tidak Menyebar

LHOKSUKON– Memasuki hari ketiga, kebakaran kayu sisa banjir di Desa Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Kabupaten…

2 days ago

This website uses cookies.