Categories: News

5 Pasar Hewan Tutup di Aceh Gara-gara PMK

 

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh terus melakukan berbagai upaya untuk pengendalian dan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Aceh. Berbagai langkah itu membuat Dinas Peternakan, sebagai dinas teknis terus melakukan berbagai langkah koordinasi dan aksi, dengan lintas sektoral.

Plt. Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran mengatakan, gubernur telah memerintahkan langsung Disnak Aceh untuk serius dalam penanganan dan pengendalian virus yang menjangkiti hewan ruminansia tersebut. “Atas arahan Gubernur Aceh, Bapak Nova Iriansyah, kita terus melakukan berbagai kegiatan penanganan dan pengendalian PMK di Aceh,” kata Zalsufran, dalam keterangannya di Banda Aceh, Sabtu 18/06/2022.

Ia mengatakan, Dinas Peternakan (Disnak) Aceh telah mengkoordinir dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di 23 kabupaten/kota, dalam penangananan dan penanggulangan PMK. Untuk ternak yang suspek PMK di daerah, pihaknya telah memberi bantuan obat-obatan dan desinfektan tahap pertama. “Kita juga terus melakukan Koordinasi dengan Bupati/Wali Kota dan Forkopimda se Aceh dalam rangka mengkoordinir dan memantau perkembangan harian kasus PMK di setiap kabupaten/kota,” kata Zalsufran.

Hasil dari koordinasi rutin dengan seluruh pihak dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di kabupaten/kota, juga telah diteruskan ke pemerintah pusat.

Selain itu, pihaknya juga terus mengawasi lalu lintas ternak di pos perbatasan check point dan pendirian posko PMK di seluruh daerah di Aceh. Bukan hanya itu, pengawasan terhadap seluruh pasar hewan juga terus dilakukan, bahkan pihaknya bersama Kabupaten/Kota telah melakukan penutupan sementara pasar hewan di sejumlah daerah, seperti pasar hewan di Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Besar dan Aceh Timur.

Melalui instruksi pusat, Disnak Aceh terus mengintensifkan Komunikasi Sosialisasi dan Edukasi (KIE) tentang PMK, baik pada peternak, pedagang dan masyarakat. “Kita juga telah melaksanakan rakor PMK se Aceh, dan juga telah memberikan bantuan obat-obatan dan desinfektan tahap 2,” kata Zalsufran.

Pada Sabtu 18/06 sore, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, juga telah mengirimkan bantuan berupa vitamin, obat-obatan dan APD untuk penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Aceh. Bantuan yang diserahkan Koordinator Kelompok Mutu dan Keamanan Pakan Direktorat Pakan Kementan itu, diterima langsung oleh Zalsufran.

|TIKA

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

SDN 2 Dewantara Gelar Maulid, Kadis Pendidikan : Pendidikan Islami Modal Utama Anak …

ACEH UTARA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SD Negeri 2 Dewantara,…

11 hours ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Ombudsman Sumatera Utara, Kawal Penyaluran Energi

Medan– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan…

15 hours ago

Masa Sewa Huntara Berakhir Desember 2026, Nasib Ratusan Penyintas Banjir di Aceh Utara Mengantung?

ACEH UTARA – Ratusan kepala keluarga (KK) penyintas banjir di Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan,…

16 hours ago

Di Musda Golkar, Al-Farlaky Buka Pintu Kolaborasi untuk Pembangunan Aceh Timur

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengajak Partai Golkar memperkuat…

1 day ago

Steam Blowing Rampung, Rekind Kawal PLTP Salak Unit 7 Menuju Commissioning

JAKARTA -PT Rekayasa Industri (Rekind) tengah mengawal pelaksanaan kegiatan proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP)…

1 day ago

Puluhan Pohon, Rumah dan Kios Pedagang Rusak Diterjang Angin di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE– Sebanyak puluhan kios, rumah dan pohon tumbang diternang angin kencang di Kota Lhokseumawe, Provinsi…

2 days ago

This website uses cookies.