PEMERINTAH Kabupaten Aceh Utara memberi dukungan penuh terhadap pembangunan masjid. Targetnya, di setiap Kemukiman minimal memiliki satu unit masjid. Hal ini untuk memudahkan jamaah beribadah, apalagi pada malam hari.
Untuk itu, Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan pembangunan masjid. Masjid sebagai sarana ibadah merupakan kebutuhan vital bagi jamaah, baik sebagai tempat berubudiyah kepada Allah SWT maupun sebagai tempat merajut hubungan hablum minannas di tengah-tengah masyarakat.
Cek Mad, sapaan akurab Bupati Aceh Utara, selama ini telah mencurahkan perhatian khusus terhadap pembangunan masjid di daerah ini. Baik untuk pemugaran masjid, perluasan bangunan, maupun pembangunan masjid baru di lokasi baru. Bahkan sejumlah aset tanah milik
Pemkab Aceh Utara yang selama ini tidak terpakai, dan lokasinya berdekatan dengan masjid, telah dihibahkan untuk rencana perluasan areal masjid.
Salah satunya, pada pertengahan Februari 2022 Cek Mad secara resmi menyerahkan tanah dan bangunan bekas SD Negeri 3 Dewantara untuk Masjid Besar Bujang Salim Krueng Geukueh. Penyerahan aset dimaksud berlangsung di areal bekas SD Negeri 3 Dewantara Gampong Keude Krueng Geukueh, Jumat, 18 Februari 2022.
Kegiatan itu turut disaksikan oleh Asisten III Sekdakab Aceh Utara Drs Adamy, MPd, Kepala Bidang Kekayaan Daerah BPKD Aceh Utara Munzir, SE, Kabag Humas Setdakab Aceh Utara Hamdani, SAg, MSos, Camat Dewantara Nawafil Mahyudha, SSTP, para pejabat Muspika setempat, Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Bujang Salim Waled Tgk H Jalaluddin H Ibrahim dan jajarannya, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Penyerahan hibah aset bekas SDN 3 Dewantara kepada BKM Masjid Besar Bujang Salim diterima langsung oleh Waled Jalaluddin.
Bupati H Muhammad Thaib dalam sambutannya mengatakan perjalanan panjang proses pengalihan aset Kabupaten Aceh Utara yang ada di Dewantara semua hampir selesai. “Hari ini kita membantu untuk masjid, kepada panitia saya minta untuk melanjutkan dokumen ini menjadi sertifikat, kami minta kepada Pak Camat untuk membantu proses percepatan sertifikatnya,” harap Cek Mad.
Cek Mad berharap hendaknya ke depan pembangunan dan pengembangan areal Masjid Bujang Salim dapat dilanjutkan oleh Bupati berikutnya. “Ini penting demi kesinambungan program dan pemerataan pembangunan di bidang agama,” ungkapnya.
Ketua BKM Masjid Bujang Salim Krueng Geukueh Waled Jalaluddin dalam sambutannya mengatakan panitia dan BKM sangat bersyukur atas peralihan aset bekas SDN 3 Dewantara kepada Masjid Bujang Salim.
“Hari ini hari paling bahagia bagi kami di Dewantara, di mana telah terlaksana cita-cita kami, cita-cita para tokoh Dewantara, ulama dan seluruh lapisan masyarakat Dewantara. Aset ini memang sangat dibutuhkan oleh BKM Masjid untuk pembangunan masjid ini,” ungkapnya.
Waled Jalaluddin menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas usaha Bupati H Muhammad Thaib dan jajarannya yang telah menaruh perhatian besar terhadap pembangunan Masjid Bujang Salim. “Hanya Allah SWT yang dapat membalas amal baik ini,” kata Waled Jalaluddin.
Sebelumnya, Bupati H Muhammad Thaib juga ikut menghadiri kegiatan pengukuhan Panitia Tanah Wakaf untuk pembangunan Masjid Al-Mujtaba Simpang KKA Kecamatan Dewantara. Di lokasi ini akan dibangun satu unit masjid, merupakan kawasan dalam Dusun Glumpang Tutong Gampong Uteun Geulinggang.
“InsyaAllah kita doakan pembangunannya berjalan lancar dengan upaya bahu-membahu dalam menyumbang harta untuk amal ibadah kelak,” harap Cek Mad.
Cek Mad mengingatkan agar panitia pembangunan masjid jangan gundah karena khawatir pembangunannya tidak selesai. “Ini rumah Allah, kami yakin ini segera bisa kita bangun bersama, insyaAllah,” ungkapnya, seraya mengajak semua pihak untuk saling mempererat silaturahmi membangun masjid tersebut. “Kalau kita sudah bersatu, maka segala urusan keumatan akan mudah kita lakukan bersama-sama,” lanjutnya.
Prosesi pengukuhan Panitia Tanah Wakaf Masjid Al-Mujtaba ditandai dengan prosesi peusijuek dilakukan oleh Tgk H Hasanoel Basri (Abu Mudi Samalanga). Turut disaksikan oleh Bupati H Muhammad Thaib, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara Abdullah Hasbullah, SAg, MSM, anggota DPR Aceh Fakhrurrazi H Cut dan Muslim Syamsuddin, ST, MAP, Ketua DPRK Aceh Utara Arafat, SE, dan anggota DPRK Aceh Utara Tgk H Saifannur H Cut, Sofiyan Hanafiah, Muhammad Wali, pejabat Muspika Dewantara dan sejumlah alim ulama setempat.
“Setiap orang yang membantu membangun masjid, maka Allah akan membangun rumah baginya di surga, maka saya ajak seluruh masyarakat untuk menyisihkan pendapatannya demi ikut membangun masjid,” ajak Abu Mudi.
Ketua Panitia Tanah Wakaf Masjid Al-Mujtaba Yusuf Beuransah, SE, dalam laporannya mengatakan pertumbuhan jumlah penduduk di kawasan Simpang KKA menghendaki dibangunnya satu unit masjid. Hal itu kemudian dimusyawarahkan dengan seluruh komponen masyarakat dan Muspika Dewantara. Akhirnya disepakati lokasi pembangunannya di kawasan Geulumpang Tutong, Simpang KKA, Gampong Uteun Geulinggang.
“Masjid yang nantinya akan dibangun tersebut dipergunakan oleh masyarakat Gampong Uteun Geulinggang, Ulee Pulo, Paloh Lada dan gampong lain di sekitarnya sebagai jamaah tetap, Maka untuk kepentingan tersebut diperlukan pengadaan tanah wakaf yang pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah dan masyarakat,” kata Yusuf.
Areal pembangunan Masjid Al-Mujtaba direncanakan membutuhkan lahan seluas 2.552 meter persegi untuk tahap pertama. Harga tanah di lokasi itu Rp900.000 per meter persegi. Sementara tanah yang telah diwakafkan oleh masyarakat 780 meter persegi.
Masjid ini sebelumnya mengalami musibah kebakaran bersamaan dengan kebakaran yang melanda areal pasar Keude Alue Bungkoh pada akhir Desember 2019.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Taqarrub Alue Bungkoh, Cut Ahmad, mengatakan dana yang telah terkumpul untuk rencana pembangunan masjid bersumber dari swadaya masyarakat sekitar Rp200 juta, dari Pemkab Aceh Utara Rp.455 juta dalam bentuk tender. “Setelah membangun pondasi secara bertahap, nantinya bangunan yang lama akan dibongkar,” jelasnya.
Kata Cut Ahmad, dengan bantuan yang dikucurkan oleh pihak Pemkab Aceh Utara sangat membantu Panitia dalam melakukan pembangunan ulang masjid tersebut setelah terbakar pada akhir tahun 2019 yang lalu.
“Kami atas nama Panitia dan masyarakat sangat berterimakasih atas kepedulian pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Semoga ke depan Pemerintah Aceh Utara juga menganggarkan kembali di tahun selanjutnya agar masjid ini segera bisa digunakan oleh masyarakat kita,” harap Cut Ahmad.
“Dengan adanya kerjasama seluruh komponen masyarakat dan Pemerintah Kabupaten beserta pemerintah di tingkat Provinsi, semoga pembangunan masjid akan cepat terlaksana dan cepat selesai hendaknya,” kata Cut Ahmad.
Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf sangat mendukung ide dan gagasan masyarakat Kecamatan Pirak Timu untuk pembangunan baru Masjid Taqarrub. “Di mana tahun lalu masjid ini mengalami musibah kebakaran, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sangat mendukung dan memproritaskan pembangunan masjid ini,” ungkap Fauzi. [ADV]
LHOKSUKON – Sejumlah penyintas banjir duduk di dalam hunian sementara (Huntara) di Desa Matang Bayu,…
Keuchik (Kepala Desa) Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Mansur, mendesak pemerintah…
MALAYSIA - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi…
Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung…
ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, SE., MM., menyampaikan pernyataan tegas dalam…
Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dipimpin oleh Executive General…
This website uses cookies.