ACEH TENGGARA – Salah seorang warga Aceh Tenggara yang merupakan berprofesi sebagai petani berinisial MA, menemukan mortir yang diduga sebagai sisa perang kolonial Belanda di pinggir sungai Desa Simpur Dusun Titikering Kecamatan Ketambe.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy mengatakan, mortir tersebut ditemukan pada Selasa, 17 Mei 2022, sekitar pukul 09.00 WIB. Petani tersebut menemukan sebanyak dua unit bahan peledak itu.
“Petani itu menemukan dua unit mortir,” ujar Winardy, Rabu, 18 Mei 2022.
Winardy menambahkan, ketika melihat mortir tersebut, petani yang berinisial MA itu langsung melaporkan kepada pihak Kepolisian Pospol Ketambe dan tidak lama kemudian, sejumlah personel polisi mendatangi lokasi.
Kemudian personel Pospol Ketambe melaporkan temuan itu kepada Kapolsek Badar dan sekitar pukul 14.20 WIB, Wakapolres AcehTenggara bersama sejumlah personel jajarannya juga turun ke TKP dan memasang garis Polisi.
“Perkiraan sementara, dua mortir yang ditemukan itu merupakan sisa perang pada masa penjajahan Belanda,” tutur Winardy.
|AI
Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dipimpin oleh Executive General…
IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…
KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…
Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…
LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…
This website uses cookies.