AdvertorialKerap Terjadi Banjir, Geuchik PayaPunteut Keruk Parit Dengan Uang Pribadi

Kerap Terjadi Banjir, Geuchik PayaPunteut Keruk Parit Dengan Uang Pribadi

 

LHOKSEUMAWE – Kerap terjadibanjir karena kondisi parit karena dangkal, Geuchik (sebutan kepala desa)  Desa Paya Punteut,Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, danai pengerukan parit senilai Rp16 juta.

Saiful Bahri atau yang akrab disapa bang Tapon, sebagai kepala setempat itu,rela merogoh koceh dari kantong pribadi untuk mendanai penyewaan alat beratuntuk mengeruk parit, membayar upah pekerja, dana kebersihan dan lainnya.

“Jadi kondisi parit awalnya sumbat karena sampah, kondisi parit juga dangkal,jadi kalau tidak dikeruk maka air di selokan ini tidak mengalir sempurnabahkan air hujan mengalir ke pemukiman warga mengakibatkan rumah wargaterendam banjir,” kata Saiful Bahri, Kamis (20/1/2022).

Tak hanya itu, kata dia, air selokan sepanjang 500 meter tersebut jugamengeluarkan bau tak sedap pada saat air parit itu mengalir ke badan jalanbahkan ke halaman tempat ibadah desa setempat.

“Sepanjang 500 meter paritnya sudah kita keruk, jadi tidak mengganggu aktivitasmasyarakat, semoga setelah pengerukan tidak terjadi banjir lagi ke rumah warga,air parinya juga meluap lagi ke badan jalan maupun ke halaman tempat ibadah,”katanya.

Pihaknya berharap kepada masyarakat tetap menjaga kebersihan, agar parit tersebuttidak sumbat karena sampah, mengingat parit tersebut berfungsi sebagai saluranair untuk mengalirkan air Perbatasan Desa antara Desa Paya Punteut dengan DesaPaloh Batee, apabila tidak saling menjaga maka hal serupa akan terjadi lagi.

“Saya berharap kedepan warga gotong royong bersihkan apabila ada sampah, kalauada sampah sedikit ditarik agar tidak terjadi penumpukan sampah terus menerus,” harapnya.

Pekerjaan dilakukan pada empat hari lalu selama 4 hari pada bulan ini tahun 2022. Saat ini jalansudah tidak tergenang karena Parit sudah bersih dan berfungsi baik. “Tidakmasalah pembersihan parit ini pakai uang pribadi saya dulu, nanti apabila bisaterganti, ya diganti dengan dana desa yang ada saja. Yang penting, parit inibersih dulu, gantinya nanti kita pikir lagi yang penting warga bisaberaktifitas dengan nyaman,” pungkasnya.

|GIT

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Asal Muasal Izin PT Bumi Flora Aceh Timur yang Kini Memanas…

ACEH TIMUR — Dokumen keputusan Bupati Aceh Timur yang...

Komitmen Bersama Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM di Aceh

Banda Aceh – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui...

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan Kodam I/Bukit Barisan Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Distribusi Energi

Medan – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan audiensi...

Pupuk Indonesia Perluas Pasar UMKM Binaan Melalui Kriyanusa 2026

Jakarta– PT Pupuk Indonesia (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Istri...

Siapkan Engineer Masa Depan, Rekind Jembatani Kampus dengan Dunia EPC

Menjadi seorang engineer tidak cukup hanya memahami teori dan...