Muhammad Yahya (60) sibuk menggoyangkan tangannya di atas kuali. Dibawahnya, tungku dengan bahan bakar arang menyala merah. Meski dunia sudah canggih, pria yang akrab disapa Pak Wa ini masih bertahan dengan tungku arang. Sejak puluhan tahun lalu.
Warung itu berada di sisi jalan Medan-Banda Aceh. Tepatnya di Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Lihatlah sisi kiri dari arah Medan jika melintas jalur nasional itu. Disitu akan terlihat papan nama Mie Arang 56. Nah, di situlah 10 bulan terakhir Pak Wa berjualan. Sebelumnya, selama puluhan tahun berjualan di Terminal Lama Kota Lhokseumawe.
Angka 56 diambil dari tanggal lahir putri bungsunya, lahir tanggal 5 dan bulan 6 atau Juni. Putri itu diberinama Aisyah.
Lalu, kenapa masih bertahan dengan arang? “Meski ada gas lebih praktis, saya masih gunakan arang ini karena aromanya. Mi yang dimasak dengan arang aromanya harum, dalam bahasa Aceh dikenal dengan sebutan bee bangong,” terang Pak Wa, Sabtu (25/12/2021).
Itu pula yang memilihnya bertahan dengan tungku arangnya. Untuk masakan lainnya sama saja. Sesungguhnya semua ini Mi Aceh. Namun, membedakan aroma dari arang yang digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak mi saja.
Ini mi legendaris. Hanya Pak Wa di Kota Lhokseumawe, Aceh yang masih bertahan dengan bahan baku arang untuk memasak. Meski bertahan ditengah perubahan zaman, ternyata peminat mi ini sungguh masih sangat menjanjikan.
Dalam sehari, selama pandemi Covid-19, Pak Wa bisa menjual 20 kilogram mi. Dia membuka warung sejak pukul 10.00 – 03.00 WIB dinihari. “Sebelum pandemi lebih banyak lagi, bisa 35-50 kilogram,” terangnya.
Meski berjualan hingga dinihari. Pak Wa tak perlu khawatir. Karena, rumahnya tepat dibelakang warung itu.
Dia menyediakan menu, mi kepiting, mi udang dan mi telur. Bumbu pun diracik sendiri. Agar lebih pas dengan lidah pembeli. “Kalau dari warung itu bisa kepedasan atau terasa kunyitnya terlalu banyak. Jadi, kita ramu sendiri,” kata Pak Wa.
Namun, jika membeli mi ini selepas Isya. Maka bersiaplah menunggu agak lama. Antrean pembeli terbilang ramai.
Soal rasa, jangan khawatir. Sungguh nikmat. Aroma mi harum sungguh luar biasa. Mungkin, itu pula, mi arang ini memiliki pelanggan setia. Jika Anda melintas silakan singgah dan rasakan sensasinya.
|KOMPAS
Jakarta – Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.Si menginstruksikan seluruh camat di…
LHOKSUKON- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menyatakan segera menyita kembali aset terpidana kasus…
Jakarta - Pemerintah menyampaikan bahwa tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi…
Medan– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat keandalan distribusi energi guna…
KUALA SIMPANG- Sebanyak 100 kepala keluarga (KK) di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh…
This website uses cookies.