Categories: EdukasiNews

Saiful Bahri : Harus Beretika, Jika Tidak, Baiknya Jangan Jadi Jurnalis

 

LHOKSEUMAWE- Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe diminta untuk tetap mengedepankan etika dalam melakukan tugas jurnalistik di lapangan, dengan cara kerja yang profesional serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.

 

Hal itu disampaikan Saiful Bahri, mantan Ketua AJI Lhokseumawe, saat tampil sebagai pemateri pelatihan penguatan kapasitas jurnalis digelar AJI Kota Lhokseumawe, di Kampus Pascasarjana Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Sabtu, 31 Juli 2021. Wartawan Serambi Indonesia itu memaparkan tentang “UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik” pada sesi pertama, yang dipandu Muhammad Sofiyanto, reporter RRI.

 

“Kalau kita melihat dari segi materi tentang undang-undang pers dan kode etik jurnalistik, itu memang sudah sangat jelas bagaimana tata cara melakukan proses peliputan di lapangan bagi seorang jurnalis. Tetapi tidak semua wartawan yang mampu menjaga ketentuan itu, maka sangat penting dibekali atau pendalaman ilmu jurnalistik dan terlebih bagi jurnalis muda maupun anggota AJI itu sendiri,” kata Saiful Bahri.

Saiful menjelaskan, pada dasarnya setiap jurnalis itu diwajibkan untuk bekerja secara profesional, dan tidak boleh ada sikap emosi dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya. Artinya, keberimbangan sebuah berita itu sangat penting dan harus diutamakan, jangan memunculkan sikap emosi pribadi apabila ada berita yang hendak ditulis untuk dipublikasikan.

 

“Terlebih ada berita yang sedang berkasus tertentu, maka kita sebagai wartawan jangan sampai terjebak dari kasus tersebut. Penting sekali verifikasi dari sebuah informasi serta diwajibkan untuk memberi hak jawab narasumber, jangan suka-suka kita dalam menulis sesuatu untuk pemberitaan di media massa. Oleh karena itu, pendalaman ilmu peliputan untuk jurnalis muda sangat perlu, supaya lebih terarah dan profesional dalam bekerja,” ujar Saiful Bahri.

 

Pemateri tampil pada sesi kedua, Agustiar, juga sebagai mantan Ketua AJI Lhokseumawe yang menyampaikan tentang “Pedoman Pemberitaan Media Siber”. Ia mengungkapkan, sekarang ini sangat banyak sekali muncul media siber yang menggunakan wahana internet dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik. Tetapi tidak hanya semua media yang memenuhi persyaratan undang-undang pokok pers, dan media massa itu juga perlu dikedepankan terdaftar perusahaan di Dewan Pers.

 

“Legalitas media itu perlu, agar lebih profesional dalam menghasilkan karya-karya jurnalistik dari jurnalis itu sendiri. Akan tetapi media massa siber berbeda tingkat dengan media sosial, kalau media produk pers itu tidak bisa sembarangan untuk mempublikasikan sebuah informasi atau berita jika tanpa ada sumber yang jelas. Artinya, semua karya harus sesuai kaidah jurnalistik dan diatur undang-undang pers,” ujar Agustiar, mantan wartawan Harian Rakyat Aceh.

 

Di samping itu, Agustiar juga menyampaikan pentingnya etika peliputan yang dilakukan seorang jurnalis, apalagi bagi anggota AJI sendiri ini merupakan hal yang wajib diterapkan ketika melaksanakan tugas. Etika peliputan harus diutamakan, karena tidak sebanding walaupun mendapatkan ilmu jurnalistik secara mendalam tanpa etika yang bagus. Maka ilmu ini sangat bermanfaat bagi anggota AJI atau jurnalis muda sebagai penerus ke depan.

 

Pelatihan dan diskusi tersebut diikuti anggota AJI Lhokseumawe, mahasiswa Basri Daham Journalism Institute (BJI) serta perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa. Sebagian peserta mengikuti kegiatan itu secara tatap muka dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

|RI

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Saat Tahun Ajaran Baru Dimulai dari Tenda Darurat Aceh Utara…

LHOKSUKON- Sebanyak 28 murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 11 Langkahan di Desa Paya Tukai, Kecamatan…

10 hours ago

Pertamina Patra Niaga Optimalkan Penyaluran BBM di Aceh, Perkuat Suplai dari Integrated Terminal Lhokseumawe

Aceh – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus mengoptimalkan penyaluran BBM di wilayah Aceh guna…

11 hours ago

Medco E&P dan BPMA Kembali Salurkan Beasiswa bagi 431 Pelajar Berprestasi di Aceh Timur

Aceh Timur – Medco E&P Malaka (Medco E&P) bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) kembali…

11 hours ago

Ini Sikap Polisi dan Pemerintah Aceh Soal Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur

Di balik aktivitas pengeboran sumur minyak tradisional yang menjadi penopang ekonomi sebagian warga Aceh Timur,…

23 hours ago

Dua Mahasiswa JTM PNL Raih Juara I pada National Welding Competition 2026 di PPNS Surabaya

Surabaya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) di tingkat nasional. Dua…

24 hours ago

Distribusi BBM di Sumatera Utara Semakin Membaik, Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Aman untuk Masyarakat

Medan– Distribusi BBM di wilayah Sumatera Utara terus menunjukkan kondisi yang semakin normal. Berbagai langkah…

24 hours ago

This website uses cookies.